• Homepage
  • PORTOFOLIO (BOOKS)
  • About Me
Was ist los, Une?
Minggu, 7 Juli 2013, dimana aku telah mencapai titik kejenuhan dalam menghadapi tugas akhir yang nyesek dan makin nyesek saja :(
Akhirnya aku putuskan untuk jalan-jalan menjelajah kota kuno Surabaya sama temanku yang ribut tugas akhir juga, dimana temanku itu juga bertugas sebagai fotografer juga, ehm, hahaha :D
Setelah mengunjungi House Of Sampoerna, entah kenapa aku tiba-tiba ingin mengunjungi makam Belanda di kawasan Peneleh, mungkin kesambet hantu mevrouw atau meneer,  #ngawuuurr haha. Yang jelas aku tahunya makam Peneleh itu dari buku Surabaya Tempo Doloe, ditulis oleh Pak Dukut Imam Widodo (kalau nggak salah). Aku pertama baca buku itu di ruang baca PLN Area Surabaya Utara. Dari situlah aku jadi ingin mengunjungi situs-situs kuno di Surabaya yang gothic, doric nan etnic, kebetulan sekali kantor tempat magangku di Gemblonganstraat termasuk situs kuno juga, dan yang paling kebetulan adalah daerah kekuasaan PLN Area SBU adalah tempat situs kuno paling beken di Surabaya, wow, makin seru aja! Apalagi setelah tahu bahwa makam Peneleh hanya berjarak 300 meteran dari PLN Area SBU, hahaha, makin ngebet aja bung :D
Dan...kubulatkan tekat. Hari ini aku harus bisa menjelajah makam Peneleh setelah sebelumnya aku hanya lewat saja bersama mobil pelayanan teknik, dan menjelajahi gambarnya di internet yang bikin ngileeerr.... :3

Suasana makam yang lapang, nice :)
Oh iya, yang paling bikin aku penasaran gara-gara kisah pak Dukut mengenai makam Peneleh, mulai dari kamar balung yang angker, makam-makam mewah petinggi Belanda, terus mimpi dikejar orang Belanda, kisah makam yang bolong, dan lain sebagainya. Maka dari itu aku tergerak untuk mengunjunginya, setelah kami shalat duhur dulu di masjid Ta'miriyah di Indrapura biar ga kesurupan  #ngawuuurr,  Lalu lanjut ke Peneleh deh.
Kamar balung, dulu dibuat nyimpan tulang belulang sekarang dibuat foto-foto, hahaha :D


Makam ini sudah ditutup tahun 1955, maksudnya ialah sudah tidak ada lagi yang dimakamkan disini. Sebenarnya di Lumajang juga ada kuburan Belanda, tapi tidak semewah disini. Apalagi kuburannya udah nggak terawat dan dibuat tidur wong gendeng, hiiii........
There's a zombi on the grave, hahah :D

Sesampainya disana, hatiku udah nggak sabar pengen masuk dan foto-foto. Kukira sepi, eh ternyata rame juga, banyak fotografer bawa model sexy semlohe ataupun muda-mudi yang hobi fotografi, ada juga anak ITS jurusan Desain Produk. Hmm..kalau lihat mereka aku jadi minder. Udah model nggak sexy (aku), kamera hanya pakai pocket pula, hmmmm -____- woles dah !
Saat masuk, kami dicegat (kayaknya warga sekitar dan berumuran sekitar 60 tahun) lalu ditagih duit 10000 untuk dua orang. Alamaaak? 10000? untuk masuk ke tempat kurang terawat kayak gini? Plis, 10000 itu sarapan anak kost masih kembalian! Tiketnya nggak resmi, tempatnya kurang terawat pula, huuuhh....aku sempat teriak terkejut di depan penagih, tapi bapaknya cuek aja -_-. Biarin lah, demi hasrat foto modelku yang terpendam :D
Salah satu nisan yang kusuka ! With love :3
Setelah masuk, sumpah aku bingung sekali. Ada kambing, kucing, dan ayam serta sarung-sarung bergelantungan di seng-seng makam. Tapi mataku langsung tertumbuk pada makam paling mewah , tinggi sekitar 3 meter dengan salib diatasnya. Siang-siang gitu, udah rame cewek-cewek dengan dandanan gothic dan pakaian gaun panjang, wuiiih..

Pas jalan, eh ketemu nisan misterius kayak gini. Jonggring Seloka kan namanya  kawah Semeru?
Kok dikuburkan disini? Umurnya cuma dua tahun pula?
Nisan ini yang bikin aku penasaran dan segera ingin tahu !
Tapi jangan salah, selain model-model yang sexy semlohe, ada juga dua bule yang kayaknya orang Belanda muter-muter disana, kelihatannya ziarah ke makam nenek moyangnya. Sering juga sih bule-bule kesana, nggak hanya ziarah tapi juga minta pindahkan kerangka nenek moyangnya ke daerah asalnya sama ahli waris. Males lah, ziarah jauh-jauh ke Indonesia, eh malah keadaannya nggak terawat dan pesing kayak gini :(
Endi ndasku reeek? Tolong balikin !
Aloysia...nama yang indah, bukan? Pasti orangnya juga cantik :)
Kalau nggak salah tulisan di kuburannya gini :
"Ter Gedachtens, aan de moeder Louise Eerste overste der Zusters Ursulinen Soerabaja"
Selain itu, makam yang bolong itu selain kerangkanya dipindah, juga (katanya) orang Belanda dulu kalau meninggal pasti dipakaikan perhiasan atau dikuburkan bersama benda kesayangannya. Nah lho, yang kebetulan pakai perhiasan itu yang bakal dijambret sama penduduk sekitar, haha. Makanya sekarang makamnya bolong, malah dibuat untuk tempat bakar-bakar sampah, atau digenangi air dan dimasuki sampah-sampah juga. Duh, sayang sekali. Sisa-sisa kekuasaan dan kemegahan Belanda abad lampau dibuat kayak gini? Duh, seandainya dirawat pasti lebih apik dan keren, bukan rusuh kayak gini :(
Beberapa contoh nisan dari marmer dan besi yang artistik dan gothic :)
Makam-makam disana sebagian besar terbuat dari batu bata dan marmer. Ada juga yang dari besi diukir. Sumpah mewah banget. Nggak habis pikir juga, berapa banyak uang yang dihabiskan untuk membangun rumah abadi kayak gini? Haha :D
Sayangnya marmernya banyak yang dicongkel dan retak. Tapi aku paling suka baca nama-nama di batu nisan, nama-nama khas Belanda dan ungkapan bela sungkawa dalam bahasa Belanda serta ukiran khas romawi. Siapa tahu nemu inspirasi buat nama anak nanti #upss..
Beberapa spot menarik untuk foto, haha! Liat background-nya aja !
*Terima kasih banyak untuk fotograferku :) Maaf ya aku bikin kamu capek :P



2
Share
Sibuk tugas akhir yang semakin lama semakin nggak jelas maksud dan juntrungnya, untunglah aku masih sempat pulang kampung walaupun pikiran tetap terbebani. Ketika pulang, aku merengek ke papi agar diajak ke Geladak perak.  Geladak perak merupakan jembatan yang menghubungkan antara dua tebing yang terletak di kecamatan Pronojiwo, sekitar 45 km dari pusat kota Lumajang, naik kendaraan kira-kira 45-60 menit. Hawanya sejuk, pemandangannya apik, sayang sekali banyak coret-coretan mesum atau kata-kata sayang yang tidak senonoh di bebatuan maupun di jembatan oleh orang yang sama sekali TIDAK BERPENDIDIKAN ! Merusak objek foto saja -_-

Penampakan Geladak Perak : Jembatan Lama, Baru, dan Aliran sungai dibawah jembatan
Geladak Perak menghubungkan dua tebing yang dibawahnya terdapat daerah aliran lahar dingin gunung Semeru yang lebih dikenal dengan Besuk Kobokan. Jembatan ini juga menghubungkan Lumajang (Pronojiwo) dan Malang Selatan (Dampit) via jalur selatan. Untuk sejarahnya sendiri kenapa kok disebut dengan geladak perak aku belum tahu. Yang jelas jembatan ini dibangun jaman Belanda, dari beton. Ada dua jembatan, yaitu jembatan baru dan jembatan lama. Yang jembatan baru dibangun pada tahun 2001, sedangkan yang lama sudah nggak dipakai lagi. Tapi sayang sekali jembatan yang lama agaknya kurang diperhatikan, banyak coretan dan besi-besinya banyak yang dicuri. Padahal arsitekturnya keren banget, klasik khas Belanda. Pas mantap buat fotografi ^^.
Hasil fotonya kayak gini, cuma pakai kamera pocket biasa tanpa editan sotosop. Gimana? Keren ya? hihihi...
Aku foto di jembatan lama sama papi dan foto di hutan piket nol :)
Pemandangannya bagus sekali, subhanallah. Kita bisa melihat tebing, laut dan hutan dari jembatan tertinggi di Lumajang ini. Oh iya, untuk jalan akses kesini bisa naik sepeda motor, mobil, dan untuk transportasi umum bisa menggunakan jasa bis Pari Kesit atau Putra Mulya jurusan Lumajang-Dampit. Free parking, free entrace, and exciting experience :)
Oh iya bung, kalau anda meneruskan perjalanan setelah melewati Geladak Perak, anda akan menemui objek wisata Piket Nol dan Goa Tetes. Suwer, ciyus, enelan deh, Lumajang tidak hanya punya Ranukumbolo untuk dinikmati !

0
Share
Halo semuanya, apa kabar? lama tak jumpa ya :)
Hmm...alhamdulillah kali ini semangat menulisku lagi menggebu-gebu walaupun telah memasuki waktu minutes to midnight (itu kan albumnya linkin park). Entahlah aku tidak ada rasa ngantuk sama sekali, maka dari itu kusempatkan untuk menceritakan pengalaman semester enam yang menggebu-gebu juga, hehe...
Sebenarnya ini adalah pengalaman magangku saat bulan Februari-April 2013, tapi baru sempat aku tuliskan sekarang karena seperti biasa mahasiswi tingkat akhir itu paling sebel ngurusi tugas akhir... Yah, semoga saja pengalaman yang mau aku ceritakan tidak lupa seiring berjalannya waktu ya :)

Begini ceritanya...
Kalau teman-teman tahu kan, di Fakultas Kedokteran ada Internship, nah kalau elektro adanya magang, eh aslinya sama aja ding, hahaha. Dan aku magang selama dua bulan di PLN Area Surabaya Utara tepatnya di jalan Gemblongan no 64. Wow itu bangunan lama lo, jaman Belanda ! Dulu sih juga dibuat kantor PLN nya orang Belanda juga. 
Sekilas aku mau cerita sih,  kebetulan di daerah Surabaya Utara (terutama Bubutan, Tunjungan, Gemblongan, Peneleh) itu banyak bangunan kuno yang tidak terawat, padahal sering banget dibuat foto prewed atau foto muda-mudi yang lagi mabok cinta, haha. Banyak juga sih yang hunting foto. Sayang sekali, padahal melihat bangunannya saja serasa berada di Belanda. Jadi beruntunglah teman kalau aku magang di Area SBU (Surabaya Utara) karena sekalian heritage tour of Surabaya gitu, haha :D
Selain itu, magang juga membawa manfaat bahwa aku jadi tahu daerah, topografi dan area. Juga tahu kalau ada Makam Peneleh yang sangat seraammm....
Sumpah Magang di SBU auranya kerasa seraammm....hiiii... (peace)
Ini Dia Tempat Magangku !
Lorong dan pintunya Kelihatan Klasik ! Bayangkan kalau malam malam ada apanya? hehe....
Oh ya...aku kebetulan ditempatkan di SBU karena keinginanku sendiri yang memilih SBU sebagai tempat magangku karena kebetulan dekat dengan rumah nenek. Tapi aku magang di SBU hanya sebulan, lalu sebulannya lagi migrasi ke Rayon Indrapura. Tapi siplah, aku jadi dapat pengalaman tentang kelistrikan yang buuuuanyaaakknya nggak ketulungan....

Kegiatanku ketika magang seru banget, ya capek juga. Pake baju putih hitam, sepatu kets dan tanda pengenal. Kayak orang kerja gitu, berangkat pagi, pulang sore jam 4-5an. Saat itu kami ikut bagian jaringan, jadi kami sering ikut terjun ke lapangan mengawasi jaringan. 


Apa saja kegiatannya? Yaa...banyak sih, kayak ikut tim PDKB (seperti postingan yang lalu), inspeksi jaringan dan penyulang, trafo, mengganti baterai pada Pole Mounted Circuit Breaker (PMCB), setting rele VAMP. Dari situlah aku jadi ngerti banyak hal dan istilah-istilah baru. Kadang ruwet juga sih ketika  menyamakan persepsi dengan teori di perkuliahan. Kalau pagi-pagi ikut COC (Code Of Conduct), itu membahas apa yang perlu dikerjakan sekarang, apa yang perlu dibenahi dari hari kemarin, hmmm.....rasanya kayak jadi pegawai aja. Tapi orang jaringan kebanyakan cowok lho, macho semua pula, hihihihi :P
Kadang-kadang kita juga ikut rapat atau bincang masalah TDL. Haha..like a boss....

Selain di jaringan, kami berenam (oh iya, untuk di SBU kami magang berenam, 5 cewek dan seekor cowok) juga magang di bagian TRANEL (Transaksi Energi Listrik) untuk mempelajari tentang kWhmeter dan mengikuti tim P2TL. Bagaimana wiring di kWh 1 phasa dan 3 phasa, dan lain-lain lah...

Umm...apa lagi ya?? oh iya, karena kami dominan cewek, maka yang dibahas adalah cowok-cowok jaringan yang masih muda, seger dan imut. Wadow...jujur kalo udah bahas itu susah berhenti. Kuakui sih emang keren-keren dan gagah gitu. Kadangkala juga saling jodoh-jodohin, hahahehe...(pssttt...ini rahasia cewek lho!)

Setelah satu bulan berlalu, saatnya kita dipencar ke enam rayon di SBU. Kebetulan aku di Indrapura. Wow...aku di rayon sering ikut pekerjaan lapangan pelayanan teknik. Ikut mengukur beban di LV panel, inspeksi penyulang, dan tanya-tanya sesuka hati dan sepuasnya. Makan siang dibelikan, lalu guyonan terus sampai akrab banget sama orang-orang Yantek. Naik mobil yantek, aku aja ceweknya, duduk ditengah lagi. Sudah biasa lah, aku udah bilang pada mereka kalau aku ini dianggap cowok aja, hehehe, padahal cantik menawan gini ^_^
Tapi jujur, berkat yantek aku jadi tahu kondisi lapangan. Inspeksi penyulang tiap hari, tanya-tanya tiap hari, guyonan, sampai-sampai orang yantek bilang gini  "Wow, seneng aku nang sampeyan mbak, arek'e grapyak, ngguyuan, ndak jaim". (Wow, nyaman aku dengan anda, anda mudah bergaul, suka ketawa dan nggak jaga image).
Tapi pengalaman yang paling berkesan adalah ketika siaga gangguan di tugu pahlawan saat sehari sebelum Nyepi bersama supervisor teknik (Pak Agus) dan koordinator yantek (Pak Bambang). Akhirnya jalan-jalan deh sambil lihat ogoh-ogoh, haha. Yang paling akrab aku sama Pak Bambang, karena orangnya lucu, baik, dan aku juga sering dibelikan makan siang, hehe...

Uwaaahh....nggak kerasa juga dua bulan telah berlalu ya, hmm...sedih juga berpisah. Selain itu, sedihnya juga gara-gara bakal ketemu tugas akhir yang...yang...harus segera diselesaikan. Semangat! Terima kasih semuanya, SBU Berkualitas :)

*PLN 2013 menunggu kontribusimu

0
Share
Halo, Une kembali menulis lagi ! Kali ini cerita tentang pengalaman seorang cewek yang baru menginjak masa pubertasnya, di usia 12 tahun. Silakan disimak :) Insyaallah aku kemas dengan bahasa yang asyik dan tidak menggurui.

Ini hanya ilustrasi lho, aslinya nggak se-ekstrim kayak gini :)

Usia 12 tahun, saat itu aku duduk di kelas dua SMP, maklumlah, aku kan sekolahnya lebih cepat dua tahun dulu. Saat itu teman-temanku lagi rame-ramenya cerita masalah haid atau menstruasi. Ugh, aku kan sebel. Satu kelas, hanya aku saja yang belum 'dapet', sumpah sebelnya nggak ketulungan. Saat itu kan masih cupu, ditakut-takuti sama temen kalau nggak mens berarti mandul, nggak dapat anak, dll lah. Sumpah aku makin stress aja rasanya. Dimana teman-teman sering cerita jenis-jenis pembalut yang mereka pakai, mulai dari yang regular, bersayap (emang burung kakak tua?) yang untuk night biar nggak bocor dan tembus di kasur, yang ekstra slim untuk jalan-jalan, dan jenis yang lain. Aku cuma bisa menyimak dalam diam, bingung kenapa hanya aku yang belum mens? apa beneran aku nggak normal? Sedangkan Teman-temanku udah berkali-kali?
Saat mereka cerita pembalut aku nggak nyambung sama sekali. Aku hanya lihat pembalut itu di teve. Pernah sih iseng lihat pembalut punya emak merk Hers yang gambar merpati, ternyata gede kayak bantal gitu, saat itu aku mikir kalau pakai softex pasti empuk ya, hehe :P
Kepalaku terus berputar putar mikir kapan aku haid? kapan? Rasanya seru juga ikut nimbrung sama teman-teman bahas masalah pembalut, rasa nyeri saat mau haid terutama di perut atau paha, bad mood, perasaan mudah emosi, dan lain-lain lah. Aku belum merasakan itu semua, sediiiihhh sekali kalau ada temen yang tanya : "Une udah dapet?"
Selain cerita pembalut dan masalah Pre Menstrual Syndrome, temanku juga asyik bahas tentang mitos-mitos saat haid, seperti nggak boleh keramas pas haid, potong kuku saat haid, potong rambut saat haid, terus kalau ada rambut yang rontok harus dikumpulin, katanya kalo nggak dikumpulin rambut itu bakal jadi cambuk di neraka. Ahh....aku nggak percaya mitos sesat kayak gitu, toh nggak ada di Al-Quran dan hadits. Aku cuma tanya-tanya, gali informasi yang jelas sama emakku biar kalau aku sewaktu-waktu haid bisa bener-bener siap dan nggak kalang kabut kayak cerita temanku. Ah, emak emang informan yang jelas, is the best !
Selain itu, banyak juga kekonyolan yang diceritakan temanku saat menarche-nya. Saat menarche teman-temanku banyak yang takut, "Kenapa tiba-tiba ada darah kayak gini? apa aku keguguran? (sumpah konyol banget, keguguran darimana?)" atau ada juga yang takut "Apakah aku menderita infeksi?" atau "Apakah aku pernah jatuh?" atau ada yang cukup konyol "Aduh, apa anu-ku nggak sengaja tertusuk pisau? atau benda tumpul?" dan yang paling parah "Aduh, anu-ku berdarah ! katanya nenekku digigit gendruwooooo...."
Hahahaha.....ngakak nggak kuat aku kalau ingat komennya temanku, dasar emang jaman jahiliyah, hehe. Ah, sudah pasti lah itu haid. Konyol banget lah. Padahal udah ada di pelajaran biologi. Hehe...

Semakin kutunggu, semakin nggak datang juga. Aku cemas.... bagaimana kalau aku nggak dapet juga? Mandul dong? Nggak nikah dong? Aduuuuhhhh....
Aku gali info sebanyak banyaknya. Rata-rata cewek normal mens usia 10-13 tahunan lah. Aku membesarkan hati bahwa aku masih normal walaupun harap-harap cemas juga, uuhh....
Aku tanya, gimana sih rasanya pas keluar darah mens? Katanya temanku nggak ada rasanya, anget gitu, haha :)
Mukaku udah mulai didatangi jerawat, pas celana dalam terasa ada sesuatu aku segera periksa dan ketika tidak mendapati sesuatu itu, aku kecewa beraattt....kapan sih aku puber?
Berminggu-minggu telah berlalu, masalah haid sudah nggak kupikirkan lagi. Saat itu aku masih ingat betul, bulan Februari tanggal 14, pas hari valentine, hehe. Aku mau sholat subuh, eh celana dalamku terasa lengket, dengan semangat aku periksa. Eh, apa ini, kok coklat? Nggak merah?
Sontak aku teriak-teriak histeris manggil emak. "Mak....emak...apa ini? Aku mens ya?"
Makku memeriksa celana dalamku, "Hmmm....iya kelihatannya nduk, mens. Selamat ya!"
"Tapi kok cokelat? Nggak merah kayak darah?"
"Menarche, haid pertama ya kayak gini."
Woooowwww...saat itu aku semangat sekali, bahagia banget dan nggak ketakutan kayak temanku yang katanya digigit gendruwo. Aku langsung minta softex emakku, mereknya hers. Langsung kupasang dan rasanya emang empuuukk.....
Tanggal 14 Februari, hari yang penuh dengan warna merah, dan aku mendapat kado warna merah juga dari Allah :)
Sampai di sekolah aku koar-koar nggak jelas bahwa aku sudah haid dan pakai softex. Temenku ada yang iseng megang pantatku juga membuktikan apa aku bener-bener pakai atau nggak. (pssst....celana dalam saat haid pertama masih aku simpan lho!)
Sumpah rasanya haid pertama itu sejuta rasanya. Dikit-dikit aku periksa di kamar mandi sekolah, darahnya udah keluar banyak belum, hehehe, tapi sebal kenapa sih kok warnanya coklat terus? Kapan merahnya?
Kira-kira lima hari haid itu selesai juga, aku bingung juga sih kenapa darahnya cokelat? bukan merah ya? Uh aku kecewa, kok cepat banget sih, haha. Itu kan momen bersejarahku seumur hidup.
Selang beberapa hari aku tiba-tiba haid lagi. Kali ini darahnya merah banget. Oh girl, aku bahagia banget. Aku pake softex hers lalu mulai coba-coba beli softex merk Protex ungu yang bersayap. Oh, akhirnya aku pake yang ada sayapnya juga. Di kelaspun aku kembali koar-koar heboh sambil ketawa bangga gitu. Hmm...saat haid yang kedua ini keluar darahnya banyak banget, udah gitu agak lama, 10 hari.
Dan, sampai saat ini aku tahu bahwa siklus haidku panjang, sekitar 35 hari gitu dan masa haid 7 hari. Sampai saat ini aku masih setia pakai Protex ungu atau hijau yang anti bakteri. :)

Haha, entah mengapa aku pengen nulis cerita ginian, apa karena aku lagi haid sekarang ya? hehe. Sekian cerita tentang haid pertamaku :) Semoga menghibur.
2
Share
Newer Posts Older Posts Home

AUTHOR

AUTHOR
Seorang wanita yang seperti kera sakti : Tak pernah berhenti, bertindak sesuka hati dan hanya hukuman yang dapat menghentikannya.

Labels

Bali Berkeluarga INFLIGHT ITALY JAWA TENGAH Jambi KALIMANTAN TIMUR KUTAI TIMUR Lumajang NETHERLAND NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Perancis SULAWESI SELATAN SUMATERA BARAT Sulawesi Utara Yogyakarta deutschland jakarta jawa barat jawa timur kalimantan selatan rusia

Popular Posts

  • Berbagi Pengalaman Ketika Aku Joinan Tes D3 ITS-PLN
    Oy...sebelumya si Une minta maaf dulu, fotonya dibuat kayak hantu biar gak ada pemalsuan identitas, penghubungan alamat, walaupun aku pun...
  • ABOUT ME | ÜBER MICH
    "Allah menciptakanku saat sedang tersenyum, begitu pula ibu melahirkanku dengan senyum pula." Terlahir di Surabaya, 20 Juni ...
  • #1 Babak Kedua Gunung Gergaji : Mengulang Pengembaraan di Barisan Karst Sangkulirang-Mangkalihat
     "Maaf ya, jika pesanmu baru bisa aku balas kira-kira hari Jumat."  Sejenak aku mengetik pesan terakhir padamu sebelum melanjutkan...
  • Resensi Komik : PIANO HUTAN - The Perfect World of kai
    Apa teman-temon udah pernah baca komik PIANO HUTAN ini? Aku udah, tapi cuma 20 buku aja, soalnya yang ada baru 20 jilid, dan seperti biasa a...
  • PORTOFOLIO (BOOKS)
    Kategori : Nonfiksi - Travel  Judul : Bekerja, Tidur, dan Berjalan di Kutai Timur Penulis : Unesia Drajadispa Penerbit : Stiletto Indie Book...
  • Deutschland für Anfänger (Pameran Jerman Untuk Pemula)
    Guten tag Leute :) Sebenarnya jujur, kejadian ini udah berlangsung sekitar sebulan yang lalu, tetapi nggak sempat ceritanya karena bentro...

INSTAGRAM : @FRAUNESIA

Copyright © 2015 Was ist los, Une?

Created By ThemeXpose