Jembatan (Geladak) Perak Pronojiwo, Lumajang

Tuesday, July 02, 2013

Sibuk tugas akhir yang semakin lama semakin nggak jelas maksud dan juntrungnya, untunglah aku masih sempat pulang kampung walaupun pikiran tetap terbebani. Ketika pulang, aku merengek ke papi agar diajak ke Geladak perak.  Geladak perak merupakan jembatan yang menghubungkan antara dua tebing yang terletak di kecamatan Pronojiwo, sekitar 45 km dari pusat kota Lumajang, naik kendaraan kira-kira 45-60 menit. Hawanya sejuk, pemandangannya apik, sayang sekali banyak coret-coretan mesum atau kata-kata sayang yang tidak senonoh di bebatuan maupun di jembatan oleh orang yang sama sekali TIDAK BERPENDIDIKAN ! Merusak objek foto saja -_-

Penampakan Geladak Perak : Jembatan Lama, Baru, dan Aliran sungai dibawah jembatan
Geladak Perak menghubungkan dua tebing yang dibawahnya terdapat daerah aliran lahar dingin gunung Semeru yang lebih dikenal dengan Besuk Kobokan. Jembatan ini juga menghubungkan Lumajang (Pronojiwo) dan Malang Selatan (Dampit) via jalur selatan. Untuk sejarahnya sendiri kenapa kok disebut dengan geladak perak aku belum tahu. Yang jelas jembatan ini dibangun jaman Belanda, dari beton. Ada dua jembatan, yaitu jembatan baru dan jembatan lama. Yang jembatan baru dibangun pada tahun 2001, sedangkan yang lama sudah nggak dipakai lagi. Tapi sayang sekali jembatan yang lama agaknya kurang diperhatikan, banyak coretan dan besi-besinya banyak yang dicuri. Padahal arsitekturnya keren banget, klasik khas Belanda. Pas mantap buat fotografi ^^.
Hasil fotonya kayak gini, cuma pakai kamera pocket biasa tanpa editan sotosop. Gimana? Keren ya? hihihi...
Aku foto di jembatan lama sama papi dan foto di hutan piket nol :)
Pemandangannya bagus sekali, subhanallah. Kita bisa melihat tebing, laut dan hutan dari jembatan tertinggi di Lumajang ini. Oh iya, untuk jalan akses kesini bisa naik sepeda motor, mobil, dan untuk transportasi umum bisa menggunakan jasa bis Pari Kesit atau Putra Mulya jurusan Lumajang-Dampit. Free parking, free entrace, and exciting experience :)
Oh iya bung, kalau anda meneruskan perjalanan setelah melewati Geladak Perak, anda akan menemui objek wisata Piket Nol dan Goa Tetes. Suwer, ciyus, enelan deh, Lumajang tidak hanya punya Ranukumbolo untuk dinikmati !

You Might Also Like

0 comments

Subscribe