Pantai-Pantai Cantik Tak Jauh Dari Pusat Kota Sangatta, Kutai Timur

Wednesday, February 05, 2020

Bingung akhir pekan di Sangatta hendak menghabiskan waktu kemana tanpa harus keluar kota? Kalau tanya diriku, ya jelas aku menghabiskan waktu dengan bersepeda di seputaran Sangatta. Karena selain murah, kita juga melakukan aktivitas yang menyehatkan, mengenal lingkungan sekitar dan mendapatkan berbagai pengalaman baru.

Oh ya, aku rajin melakukan salah satu olahraga kardio ini karena aku merupakan seorang 'role model', maksudnya bukan role model dibidang fashion atau lainnya, tapi di lingkungan kantor ini sebagai seorang 'safetygirl' yang selalu berkoar-koar tentang kesehatan, tentu saja kalau tidak mencontohkan gaya hidup sehat pasti malu kan ya :D
Jadi, dua minggu berturut-turut kusempatkan diri ini untuk mengunjungi dua pantai yang belum banyak dikunjungi wisatawan dan pemandangannya lumayan menyenangkan. Jarak tempuh dari mess tempat tinggal juga tak memakan waktu lama.

1. Pantai Harapan Baru
Rute yang dilalui dari Mess PLN
Sebenarnya ini disebut pantai juga bukan, karena tak berpasir dan lokasinya hanya berupa teluk kecil dan ada dua gazebo ditengah pantai. Kemungkinan terhantam air laut saat pasang, sehingga posisinya ditengah. Suasana saat berkunjung sepi dan hanya ada beberapa orang yang melakukan aktivitas mancing. Lokasi pantainya diujung jalan Guru Besar, kalau dari mess jarak tempuh sekitar 9 km dengan kondisi jalan makadam, dan sekitar 1 km sebelum pantai jalan tanah, kanan kiri tanaman bakau dan sangat terik.
Penampakan Pantai Harapan Baru
Oh iya, ada satu tempat wisata menarik juga ketika menuju ke Pantai Harapan Baru, yaitu Kampung Berkah Guru Besar, pas di seberang Gardu Induk milik PLN, Rantau Bemban. Awal kesana sih terheran-heran karena setiap gang dan jalan di kampung tersebut diberi nama yang tak lazim, sebut saja Jalan Surga, Jalan Mukjizat, Jalan mencari Keberkahan, jalan Akhirat, dan beberapa nama unik lainnya. Kampung tersebut suasananya sepi tapi sangat bersih dan terawat.
Nama-nama jalan gokil di Sangatta
Alkisah nama-nama jalan tersebut diberikan karena dulu ada seorang 'Guru Besar' alias Nabi Palsu yang menyebarkan aliran sesat dengan kewajiban membayar zakat agar masuk surga dan mencabuli isteri pengikutnya dengan dalih bisa masuk Surga. Ya kurang lebih begitulan cerita yang menyebar di masyarakat Sangatta. Unik tapi miris.
Bahkan nama Terminal Zakatnya bikin Baper, duh mas...


2. Pantai Teluk Perancis
Rute yang dilalui dari Mess PLN

Pantai yang satu ini mungkin sudah cukup dikenal banyak warga. Tetapi menuju kesini harus menyebrang lewat Teluk Lombok. Kalau bagi goweser? Jalan darat tembus, tapi harus melalui perjuangan menyeret-menggendong sepeda di jalanan berpasir tebal sejauh 1,5 km. Luar biasa menjengkelkan. Kalau bawa sepeda motor sangat tidak disarankan melalui jalan ini ya, lebih baik menyebrang dari Teluk Lombok selama 10 menit daripada bermalam karena kehabisan tenaga, hehe.
Rute 'nyeret' sepeda yang kami lalui. Capek-capek tapi bahagia
Jadi pada tanggal 2 Februari 2020, kami berduapuluh berangkat dari Sangatta pukul 07.00 WITA. Memang jarak hanya sekitar 17 km. Satu jam bersepeda, tiga puluh menit 'nyeret' sepeda setengah mampus diatas pasir panas. Bah...kelakuan kami memang aneh-aneh.
Teluk Prancis, manis kayak si gadis :D
Trek yang dilalui tipe cross country dan 100% datar. Lewat Kantor Kecamatan Sangatta Selatan lurus saja, kalau tersesat tinggal tanya warga (kalau ada). Tapi teriknya itu yang nggak nahan. Panas dan nggak ada pohon untuk berteduh karena kanan kiri tambak dan bakau pantai. Aku nggak sempat ambil gambar karena sudah berpacu dengan waktu agar tidak makin terik.
Penilaian pertama saat mencapai pantai ini adalah cantik, sepi dan masih bersih. Aku bahagia sekali karena tidak ada sampah plastik tercecer~

You Might Also Like

0 comments

Subscribe