Kuliner di Bukittinggi, Bumbunya Nendang !

Sunday, October 30, 2016

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau bumbu-bumbu masakan Padang itu joss banget dilidah. Terasa rempah-rempahnya. Tak terkecuali di Bukittinggi, lidah Jawaku pun harus membiasakan makanan dengan citarasa Minang selama disana. Apa saja contohnya? 

1. Sate Danguang-Danguang
Abang Penjual lagi sadar kamera
Kata Ingky memang bukan khas Bukittinggi, tapi Sate yang terletak di Jalan M Syafei (daerah stasiun) sempat menjadi menu makan malam kami. Tampilannya memang mirip sate. Ada yang sate jantuang, lidah, jerohan atau daging. Bumbunya sedikit pedas, tapi rasanya enak banget! (bumbunya yang enak) Biasanya dimakan dengan ketupat (katupek) dan taburan bawang goreng renyah. Lebih joss lagi diminum dengan bandrek, biar bisa menghangatkan tubuh dimalam dinginnya Bukittinggi.
Satu porsi sate Danguang-Danguang dihargai ampek baleh ribu rupiah (Empat Belas Ribu).
Nyaaam...

2. Nasi Pical
Kamek juo bang :D
Nah, kalau nasi pical ini rasanya mirip dengan pecel-pecel di Jawa. Ada sayuran, katupek, karupuak dan ada mi-nya. Satu porsi dihargai lima belas ribu rupiah. Nasi pical menjadi menu sarapanku setelah menjelajah pasar lorong dan membeli pical di Pasar Los Lambuang.
Pakai mie
3. Nasi Kapau
Nasi Kapau, ada tanbunsu yang menggemaskan
Nasi yang aku kira mirip dengan nasi Padang. Ternyata enggak! Bumbunya terasa beda dan porsinya lebih banyak. Aku lihat ada usus gede bumbu kuning paling menarik perhatianku disana selain lauk-lauk lainnya yang disusun bertingkat dimeja dan penjual mengambil lauk pauk dengan entong yang bergagang panjang. Usus gede itu ternyata adalah usus sapi yang diisi oleh telur dan dikenal dengan nama tanbunsu. Satu porsi nasi kapau dihargai 25 ribu rupiah. Nasi Kapau banyak ditemui di Pasar Los Lambuang saat pagi hari, banyak lapau Nasi Kapau, Seperti Ni Er, Ni Linda, Ni Cah, dan lain-lain. Nasi Kapau ini khasnya Bukittinggi loh! Asal jangan kalap saja ya, ingat kolesterol! 
Menurut Teman-teman, kalau Nasi Kapau dibungkus (tidak dimakan di tempat) porsinya bisa lebih banyak loh! Huaaa..
Banyak Ni-Ni
Banyak Macam Lauknya
Demikian tiga macam kuliner yang sempat aku cicipi di Bukittinggi, yah semoga bisa menjadi referensi bagi temen-temen ya !

You Might Also Like

0 comments

Subscribe