Kedindingan : Alternatif Wisata Bahari di Bontang Selain Beras Basah dan Segajah

Thursday, January 21, 2016

Di suatu siang yang cerah (14/1/16) beberapa rekan kerja mengajakku menghabiskan waktu akhir pekan dengan snorkeling di Kedindingan. Apa itu Kedindingan? Wah, ternyata banyak yang belum tahu dimana itu, apa itu, dan mencari tahu di mesin pencari pun informasi masih nihil, ada beberapa artikel yang membahas Kedindingan, tapi tak disertai foto dan uraian lokasi yang lengkap, malah ada beberapa yang menjelaskan Kedinding di Surabaya.
Karena minimnya informasi, maka aku berpikir kalau tempat ini masih bener-bener keren, belum banyak orang yang tahu, mengeksplor dan merusaknya.
Letak Kedindingan di Selat Makassar, kalau dari pelabuhan Tanjung Laut (kita berangkat dari pelabuhan Tanjung Laut) letaknya sebelum Beras Basah, ditempuh dalam waktu sekitar 20 menitan, disekitarnya terdapat vegetasi bakau pantai dan burung kuntul perak yang beterbangan.
Kapal yang mengatarkan kami
Kalau pakai pelampung nggak capek
Cukup dengan biaya lima puluh ribu (include makan siang, dan transportasi kapal motor plus dokumentasi) kita bisa menikmati underwater Kedindingan dengan puas. Awalnya memang rencana berangkat jam 7 pagi, tapi seperti biasa terjadi kemunduran jadwal gara-gara pada ngebo. Tapi anyway beruntunglah berangkat jam segitu, jadi sampai lokasi airnya tak terlalu pasang dan tak dingin.
Awalnya deg-degan mau nyebur karena karena cukup dalam (sekitar 2-3 m) gara-gara peralatan snorkeling hanya kacamata renang dan pelampung punya kapal yang sudah koyak (walau bisa renang juga sih). Mau lepas pelampung tapi nanti capek karena badan harus tetap bergerak biar nggak tenggelam, hehe. Pemanasan sebentar, pakai sunblock dan pelampung dengan tali seadanya lalu nyebur *sambil ketakutan pelampungnya lepas aja*
Untuk ukuran Bontang sih cukup bagus koralnya. Koral di Kedindingan didominasi oleh hard coral seperti porites dan acropora. Ada juga yang soft coral seperti jenis Leptogorgia dan beberapa jenis lain yang menjadi rumah ikan nemo yang menggemaskan. Untuk populasi ikan sangat sedikit sekali, henya beberapa jenis ikan saja yang berseliweran. Ada juga bintang laut bentol-bentol dan bintang laut biru disana.
Abaikan kakinya
Acropora
Hard Coral yang Berwarna-warni
Acropora
Koral-koral disini masih asli, bersih dan terawat. Polip-polip karang tumbuh alami, tanpa dicangkok. Jadi aku mohooon setelah baca tulisan ini jaga kelestariannya ya, tujuanku mengekspos ke publik bukan untuk dirusak alamnya.
Putra Duyung
Cukup dilihat, jangan disentuh
Tahu sendiri kan terumbu karang membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh? Dan karang merupakan rumah bagi-ikan-ikan laut, jadi ngenes kalau dihancurkan begitu saja, terlebih lagi sangat rapuh. Oh ya, tolong jangan buang sauh ataupun sampah disini, kasihan ikannya, rumahnya jadi hancur kan :(
Karena menggunakan pelampung, aku jadi nggak bisa nyelam kebawah, cuma ngambang aja kayak t*i diatas. xixixixi
Final Destination *eeh
Capek snorkeling 1,5 jam di Kedindingan, kami menuju ke Beras Basah yang berjarak sekitar 15 menit dari Kedindingan. Pantai yang jernih karena sepinya pengunjung, ah, makin melengkapi akhir pekanku di pertengahan Januari ini.


Tips dan pesan ketika menuju Kedindingan.
1. Sharing cost itu perlu
2. Awas aja kalau ada yang buang sauh, sampah dan bahan kimia disana
3. Please jangan sentuh karang dan koralnya :)
4. Pakai sunblock
5. Bawa kamera action atau underwater, walaupun kurang bervariasi hard coral nya, tapi sayang untuk tak diabadikan.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe