Review Penginapan di Perkebunan Kopi, Kalisat - Jampit. Kabupaten Bondowoso

Thursday, May 28, 2015

Tentunya sebelum pergi berlibur ke suatu tempat harus mengetahui dan punya proyeksi dimana tempat untuk singgah dan bernanung, Iya kan? Untuk kali ini, perjalanan ke Ijen - Emakku - punya referensi penginapan yang tak terlalu jauh dari Paltuding (Pos awal pendakian kawah Ijen), yaitu di Arabica Homestay yang berdampingan dengan industri pengolahan kopi dan dikelola oleh perkebunan nusantara PTPN XII.
Sempat mencari-cari info di internet, sayang info masih minim. Ada situs untuk reservasi online kamarnya, cek saja disini untuk referensi harganya.

Bagaimana untuk menuju ke penginapan di Jampit?
Dari Baluran, menuju ke arah Bondowoso. Tak terlalu sulit sih karena sudah banyak papan penunjuk arah ke kawah Ijen/Kawah Wurung (menuju desa Sempol). Dari kota Bondowoso sendiri ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan bermotor. Saat itu kami menuju kesana saat senja menjelang, jadi jalanan pun gelap, tak dapat melihat kondisi kanan kiri. Yang jelas, perjalanan menuju dataran tinggi berkelok-kelok dan ada beberapa ruas jalan yang rusak, jadi harus berhati-hati ya. 

Kalisat, Jampit.
Betapa leganya kami ketika melihat tulisan "Selamat Datang di Kalisat, Jampit." dengan kerlip lampu di kejahuan dan pos satpam yang petugasnya sibuk menghangatkan diri di perapian. Kami mengisi buku tamu dan dipersilakan masuk. Ternyata masih 5 km lagi !
"Kalau Arabica Homestay 5 km lagi, kalau yang Guest House Jampit masih 17 km lagi," kata penjaga pos.
"Guest House Jampit?" Emak bertanya.
"Iya ibu, semacam sewa rumah yang biasanya dibuat rombongan sih, coba lebih jelasnya tanya di Mbak Resepsionis."
Perjalanan pun dilanjutkan diselimuti dengan Hawa sejuk yang mengukung dan bintang yang berkelip lembut membuatku jatuh cinta dengan suasana ini.

Setelah 30 menit melaju melalui kebun kopi, kami menemukan perumahan khas milik PTPN, tanda Arabica Homestay sudah dekat. Benar saja. Arabica Homestay bergaya Eropa sudah tampat di depan kami. Mobil sejenis ELF berjajar di parkiran homestay. Ketar-ketir juga kami kalau tiba-tiba full.
Seranjang berdua, dijamin lebih hangat *eh *ups
Ruang tengah di Homestay itu sangat menyenangkan, turis-turis berlogat Belanda-Jerman memenuhi ruangan itu sambil menyesap hangatnya kopi dan teh. Aku dan emak reservasi di resepsionis. Ternyata syukurlah kamar masih banyak yang kosong karena bukan peak season. Satu kamar reguler berisi tiga bed dengan fasilitas air panas. Semalam Rp. 250,000,-. Kamarnya nyaman, recommended dilengkapi dengan selimut tetangga yang menghangatkan.
Suasana di Sekitar Arabica Homestay
Fasilitas lain di Penginapan ini adalah Mushalla, Makan Pagi, dan kantin yang menjual produk perkebunan, seperti : Kopi Robusta, Arabika, Teh Rolaas, dan Kacang Macadammia. Ditambah pemandangan pagi super indah yang dapat dinikmati secara gratis saat kita makan pagi. Sungguh menyejukkan lukisan alam ini, tak  bisa kutemukan di kota tempatku mencari nafkah.
Sarapan dengan Pemandangan Waw


Perjalanan Menuju Kawah Ijen Bagaimana?
Rumah dan Kebun Sayur :D
Dari penginapan menuju Paltuding dapat ditempuh sekitar 45 menit, lalu dari Paltuding menuju Bibir Kawah Ijen ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 2 jam. Melalui perbukitan Kawah Wurung dan perkebunan yang indah. Kalau ingin menikmati Blue Fire, berangkatlah pukul 01.00 WIB. Hati-hati ada beberapa ruas jalan yang cukup berbahaya.

Semoga membantu bagi teman-teman yang mau berlibur di Kawah Ijen dan sekitarnya, jangan lupa reservasi jauh-jauh hari untuk memastikan ketersediaan kamar. Have a nice holiday :) 

You Might Also Like

3 comments

Subscribe