Untuk Temanku disana, Riza Fathur Romadhoni

Friday, May 09, 2014



Tak terasa, 3 tahun kita belajar, berpetualang dan bermain bersama. Banyak ingatanku akan dirimu, kawan. Tapi aku masih tak percaya dengan hari ini, 8 Mei 2014. Kamu meninggalkan kami untuk selamanya, ya, selama-lamanya akibat kecelakaan kerja tersebut. 
Riza (paling kiri)
Melalui tulisan ini, aku ingin bercerita sedikit pengalamanku denganmu dulu, tentu saja aku nggak mengada-ada, kawan. Aku bahkan masih mengingat percakapan kita seperti apa. Walau kamu sudah tidak bisa membaca tulisanku ini lagi, tapi aku yakin, kalau kamu baca tulisanku suatu saat pasti ketawa, dan bilang ‘tibakne gadtelli awakmu, Ne…’
Pertama, kita mengenal, satu jurusan, buat buku angkatan, lalu disuruh senior yang nyebelin itu tampil untuk membawakan musik dalam acara wisuda. Kamu bawa gitar, aku bawa biola. Saat itu kacau sekali rasanya….
Jatim Park, Malang
Kedua, kita, dan beberapa teman kelas pernah main ke kebun raya Purwodadi, lalu main ke Malang dalam acara rekreasi kelas. Kamu akrabnya dipanggil Bolang, karena suka keluyuran ya :3
Fotoku bareng Riza saat survei tempat wisata
Ketiga, kita pernah sekelompok dalam kelompok PKM tahun 2012, judul PKM nya SMART COUNT. Yah, aku ingat banget Za, kamu jadi ketua kelompok, lalu kita survei ke tempat wisata di Surabaya, ada kebun Binatang, THR, dan Monkasel. Saat Monev DIKTI, aku persentasi, dan yakin bakal menang, tapi pas pengumuman, kita kalah ! Aku nangis, sedih, kecewa, dan kamu sempat menghibur : wes talah, nyante ae Ne… Dari situ aku tahu, sifatmu itu nyantai, tapi segala sesuatu pasti selesai tepat waktu ditanganmu.
Keempat, oh ya, aku ingat banget. Kamu kalo kuliah sering pake batik, dengan jaket kaos abu-abu gambarnya kepala Tim Burtons di kartun Nightmare on Christmas. Celana item, helm biru ada tulisan Yamaha dibelakangnya, dan motor Vega plat nomor Sidoarjo dengan stiker playboy merah. Nyampe kelas kamu itu selalu ngemis ke anak-anak, minta duit receh. Kalau nggak salah begini kata-katanya : “Ne, gak nduwe duit receh-receh a, satus po mangatusan gawe tuku gorengan, luwe aku,” Selain itu juga, kamu selalu minta duit bensin kalo aku minta anterin kemana gitu, yah, memang itu hanya bercanda sih.
Kelima, sedikit flashback, kamu jadi peserta teraktif di Pra-TD gugus 4 tahun 2010…
Keenam, untuk masalah IT aku akui kamu emang keren. Bisa minta tolong root Android, jadi admin blog kelas dan admin grup WhatsApp, kalau ada yang ngaco di grup langsung di kick. Lucu banget kalau mengingat semua itu.
Ketujuh, pas tugas akhir. Ya, kebetulan dosen pembimbing kita sama kan? Dan kamu selalu sms ke aku sebelum maju pembimbingan “Ne, Pak Ardi dimana? Ruang Berapa? Kalo wes maju kabari aku ya,” Dan aku selalu balas “Okok”
Riza (Baju Hijau) bersama kawan di Papuma
Kedelapan…beberapa teman kelas kita rekreasi ke Jember dalam acara melepas masa kuliah. Dari Jember, ke rumahku, Lumajang, Madakaripura, kamu jadi tukang video perjalanan. Hingga kita sampai di Surabaya dan aku nggak nemu barengan buat ke kos, aku minta tolong kamu untuk anterin aku ke kosan. Aku nggak nyangka itu terakhir kalinya boncengan…
Riza (baju kuning) foto bareng di depan rumahku
Kesembilan, sebelum keberangkatanku ke Semeru, aku sempat WA kamu berkali-kali, tanya masalah power bank-mu yang aku naksir banget gara-gara baterainya bisa dilepas. Tanya dimana belinya, berapa, WA ku seperti ini: “Za, km beli powerbank dmn?” Hingga kamu sempat tawarin untuk belikan tapi seperti biasa, ada uang bensinnya. Kamu juga aktif banget tanya-tanya gimana itu Semeru, dan kamu bilang suatu saat pengen kesana.
Kesepuluh, kita terpisah. Aku angkatan 37 kamu angkatan 38. Kita sempat ketemu dan berbincang di Udiklat Pandaan sebentar.
Kesebelas, kita terpisah jarak dan waktu karena tempat OJT kita yang berjauhan.
Keduabelas, aku dengar kamu kecelakaan kerja. Aku lemas sekali lihat fotomu saat itu. Tak lama kemudian terdengar kabar duka darimu. Aku terkejut setengah mati, setelah sebelumnya aku senang dengar kabarmu yang membaik. Kawan, semoga kamu tenang dialam sana. Kamu masih terlalu muda meninggalkan kami, kamu belum sempat menjelajahi dunia ini, bahkan Semeru pun belum kamu injak. Kamu teman baik, Riza, gitaris handal dan nidjiholic. Semoga kita bisa ketemu lagi di suatu tempat, yang akupun tak tahu dimana.

Kenapa aku baru sadar, kematian sangat dekat mengincar kita kapanpun dan dimanapun. Harusnya aku cepat bertobat, dan berdoa, semoga aku dimatikan dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Riza, jaga dirimu baik-baik disana ya. Assalamualaikum, kawan :)

You Might Also Like

2 comments

Subscribe