Cara Perawatan Flute yang Paling Mudah (pengalaman pribadi)

Thursday, July 26, 2012

Halo teman-teman, siapapun yang membacanya :)

Kali ini aku ingin share sedikit tentang flute, seputar perlakuan terhadap flute kita agar awet. Maklum baru beli jadi masih rajin-rajinnya...hehehe :P
Flute termasuk keluarga woodwind (lawas), harga untuk pemula sekitar 3-5 jutaan. Karena harganya yang tergolong mahal dan cara perawatannya yang lebih hati-hati, maka kita harus merawat dengan sebaik  mungkin. Karena, jarang sekali ada luthier yang khusus flute (setahuku emang nggak ada).
Namanya alat musik tiup, pasti berhubungan dengan nafas. Menurutku sih, alat musik tiup itu sifatnya ‘egois’, atau lebih halusnya personal/pribadi, karena berhubungan langsung dengan bibir dan khawatirnya mudah terkena penyakit menular. Jadinya aku ogah meminjamkannya kepada siapapun, bukan karena pelit, tapi memang berhati-hati. Risih juga kan, kalau habis ditiup si A, lalu si P, si X....... (walaupun untuk oboe, saxophone, basson, reednya dapat diganti tapi rasanya tetep nggak sreg juga). Beda kalau piano, biola, dan alat musik lainnya yang tidak terkena kontak langsung dengan masalah pernafasan, pasti dengan mudah aku pinjemkan. (Tapi kalau si peminjam terserang penyakit kulit ya ogah juga XD)

Perawatan flute tergolong rumit menurutku. Sebenarnya bukan hanya flute saja, tapi semua keluarga woodwind dan brass. Karena strukturnya yang rumit, banyak celah, jadi harus extra hati-hati juga.
Cukup merepotkan juga karena setiap habis latihan harus rajin dibersihkan :P

1. Cara membawa dan memegang  flute
a. Apabila dibawa berjalan tidak boleh diayun / di-swing. Takutnya jatuh, terbentur, lalu bengkok dan fals.
caraku memegang flute
b. Ketika membawa, jangan dipegang di bagian body/foot yang ada key-nya. Karena itu dapat merusak mekanisme flute sendiri. (kalau aku megang biasanya di bagian persambungan head-body yang nggak ada key-nya)

2. Cara meletakkan flute.
Cara meletakkan flute yang benar
a. Letakkan dengan posisi key menghadap keatas (seperti pada gambar). Alasannya, apabila key menghadap kebawah kelembapan akan masuk kedalam flute dan dapat merusak pad.
b. Letakkan di tempat yang stabil (datar).
Jangan-coba-coba diletakkan di kasur ya! Nanti posisinya bisa berubah, dan bisa-bisa kelupaan, lalu tanpa sengaja didudukin dan bengkok. :(



3. Cara membersihkan flute.
Flute harus rajin-rajin dilap biar awet 
a. Setelah main, pisahkan flute menjadi setiap bagian. Lalu bersihkan satu-persatu bagiannya.
Perangkat cleaner
b. Gunakan tongkat pembersih (cleaning rod) dan polishing gauze untuk membersihkan bagian dalam flute (biasanya tongkat dan gauze sudah sepaket) agar pad menjadi lebih tahan lama.


Membersihkan bagian luar dengan tongkat dan gauze
c. Bersihkan bagian luarnya dengan polishing cloth, terutama bekas keringat yang menempel atau minyak. Karena dapat terkorosi dan menimbulkan karat. Tapi bisa juga dihilangkan menggunakan silver polish.


Membersihkan bagian luar
d. Khusus bagian headjoint, ini yang agak sulit, karena di bagian lip platenya setelah dimainkan selalu terdapat uap air. Jadi lebih ekstra membersihkannya. (terutama bagian dalam)
e. Pemberian key oil (untuk pelumas key) juga diperlukan sebulan sekali.

4. Cara menyimpan flute
Jangan menyimpan seperti itu ya !
Setelah dibersihkan, simpan flute pada casenya. Dan ingat! Jangan meletakkan apapun (kain, dll) diatas flute ketika hendak disimpan dalam case ! Dikhawatirkan ketika menutup case, benda tersebut akan menekan key pada flute tanpa sengaja. Berbahaya sekali...



Semoga tulisanku diatas (walaupun asal-asalan) dapat berguna bagi teman-teman pecinta flute sekalian.Apabila ada kesalahan dan kekurangan mohon dikoreksi ya... (maklum nyubi, newbie:red)


You Might Also Like

0 comments

Subscribe