Pesona Lumajang - A Span Land Of Heaven

Saturday, February 18, 2012

Haloooo.... :D
Oh ya, buat temen-temen pembaca nih, ada yang tahu nggak, kota Lumajang itu dimanaaaa?
Kata Ayu Ting-Ting neh..dimana...dimana...dimaaana...? Kuharuuusss...mencari..dimana?
Busyet, gak usah sulit-sulit lah, cari Lumajang, sekarang kan udah ada Google Maps. Ketik Lumajang, bakal ketemu kok!
Lumajang itu termasuk kota kuno, ini nih sejarahnya, (ngopi dari om Wikipedia)

Nama Lumajang berasal dari "Lamajang" yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain:

  1. Prasasti Mula Malurung
  2. Naskah Negara Kertagama
  3. Kitab Pararaton
  4. Kidung Harsa Wijaya
  5. Kitab Pujangga Manik
  6. Serat Babad Tanah Jawi
  7. Serat Kanda

Karena Prasasti Mula Manurung di nyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut "Negara Lamajang" maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.

Prasasti Mula Manurung ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan tembaga . Pada lempengan VII halaman a baris 1—3 prasasti Mula Manurung menyebutkan "Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang" yang artinya: Beliau Nararyya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian / penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.

Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990

Sejak tahun 1928 Lumajang telah dipimpin oleh sejumlah bupati. Bupati-bupati yang pernah dan sedang memimpin Lumajang antara lain:

  1. KRY Kertodirejo (1928—1941)
  2. R. Abu Bakar (1941—1948)
  3. R. Sastrodikoro (1948—1959)
  4. R. Sukardjono (1959—1966)
  5. RN.G. Subowo (1966—1973)
  6. Suwandi (1973—1983)
  7. Karsid (1983—1988)]
  8. H.M. Samsi Ridwan (1988—1993)
  9. Tarmin Hariyadi (1993—1998)
  10. Drs. Achmad Fauzi (1998—2008)
  11. Dr. H. Sjahrazad Masdar, MA (2008—2013)
Secara Geografis, letak Lumajang di koordinat 112°53' - 113°23' Bujur Timur dan 7°54' - 8°23' LS. Tanah di Lumajang sangat subur, karena diapit Gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Semeru, Bromo, dan Lamongan.
Tahu Probolinggo , Jember, Malang kan? Nah, Lumajang ditengah-tengah situ deh. Sebelah selatannya berbatasan langsung dengan Pantai Selatan alias Samudera Hindia, yang konon ada Nyi Roro Kidul...hahaha :D
Jujur aja nih...Lumajang emang nggak punya tempat wisata yang buatan manusia kayak kabupaten tetangganya. Tapi, Lumajang masih punya potensi wisata alam yang masih perawan boo....kalau Kabupaten tetangganya..owh...punya sih...tapi mana mungkin sebagus Lumajang :D
Check this one out !
Gambar pertama, aku dan Pak Shu (panggilan akrabku ke ayah) menjerit heboh karena diterjang ombak pantai selatan. Lokasi : Pantai Bambang - Pasirian.
Hutan bambu, di Candipuro. Disebut juga Istana Kalong dan Kera. Lebih keren daripada Sangeh di Bali.
Banyak banget kera dan Kalongnya. Ketika awal masuk kesana, wow, melodi alam menyambut riuh rendah, antara ringkikan monyet nguk-nguk dan jeritan kalong. Keren banget hutan bambunya, kaya akan flora dan fauna. masuk hanya bayar seribu lima ratus lho :D
Kalong yang sedang tidur bergelantungan. Kayak tas kresek ya?
Kera sedang nyemil jamur :D
Perjalanan pulang, eh ngelewati hutan pinus. Aku sempatin berdiri sambil foto-foto. Lumayan, pemandangannya kayak di Eropa.
Nah, kalau yang itu, biasanya disebut Besuk Sat. Kalo Semeru lagi 'dapet', lokasi itu yang sering masuk tipi. yah, jembatan itu juga seh yang repot. Karena Besuk Sat itu tempat mengalirnya lahar dingin atau istilahnya material vulkanik dari Gunung Semeru. Hidrografi khas Lumajang gitu...
Masyarakat selalu menambang pasir besi di daerah Besuk Sat. Pasir itu adalah material asli dari Gunung Semeru. Pasir Lumajang baik untuk bangunan lho !
Jembatan yang dibangun oleh Mr Toni untuk menghubungkan dua desa agar muter nggak terlalu jauh. Dahsyatnya, jembatan ini dibangun hanya dalam waktu enam jam! Dari jembatan ini, Besuk Sat kelihatan lho!
Ini sungai besar di Lumajang. Tempat mengalirnya lahar dingin. Kalau ada lahar dingin, wah, banjir bandang pemirsa!

(Sebenarnya aku masih punya foto-foto wisata alam Lumajang yang lain, seperti : Ranu Bedali, Selokambang, Watu Godeg, Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Situs Benteng di Biting, Kebun Teh, dan Air terjun Gucialit. Tapi tunggu sesi kedua ya :D)

Nice trip, Une!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe