Klassische Konzert : Fiedel und Klavier. Oliver Kern feat Iskandar Widjaja

Tuesday, January 31, 2012

(lagi senyum...mmm :))
Datang juga tanggal 29 Januari 2012, wooow!! Hari yang sangat kutunggu-tunggu!!
Karena ada konser Oliver Kern ft Iskandar Widjaja di Hotel Majapahit!! Wow! Kebeneran letak hotel itu deket sekali dengan rumah nenekku, heheheah!! Jadilah aku bulatin tekadku untuk hadir, gimanapun caranya, apalagi gratis !
GRATIS? Ketemu cowok cakep? Hanya orang gila yang menolakknya, hehe... :P
Untunglah pas liburan, aku balik lagi ke Surabaya sama Emakku. Aku dandan se-elit mungkin untuk lihat acara istimewa itu. Pake rok, jaket resmi, kacamata putih, dan tas yang harganya selangit. Berjalan seanggun mungkin untuk menutupi kekampunganku.
Pas di-lobby hotel, aku malah deg-degan disambut oleh Room Boy, diperlakukan kayak putri turun dari khayangan!!
“Selamat Malam .....”
“Ann...annu...Balai Adika dimana ya?”
“Lurus sudah kelihatan,” jawabnya halus.
Aku senyum ala kampung, tenang une, everything will be ok. Tutupi kekampunganmu...
Sudah nyampai di dalam balai adika, aku bertingkah seanggun mungkin. Aku berharap dapat duduk depan, tapi sial yang paling depan itu VIP, aku kan reguler. Aku malah dapat kursi reguler paling depan. Ah! Sial!! Datang jauh-jauh dapat tempat kayak gini rugi mah!! Apalagi yang di kursi VIP yang duduk turis semua, tinggi!! Aku kecil dan nggak kelihatan !!!
Saat menunggu konser dimulai, aku ngeliat Issi – panggilan Iskandar Widjaja muter-muter dibelakang panggung sambil melihat ke arah penonton. Howaa....lebih ganteng dari iklannya bos! Dasar tv emang nipu!!
Oliver Kern udah mulai main, Steinway & Sons mengeluarkan suara terbaiknya. Tuh kan beneran! Aku ngerasa kayak orang buta aja, nggak keliatan, tahu!! Aku berusaha memotret dengan kamera superzoom ku tapi nggak mempan, hasilnya blur, aku mulai nggak konsen nonton, please, miracle, come to me now!!
Beberapa komposisi dari Liszt , Brahms, Debussy, dan Chopin udah dimainkan, dan bentar lagi Issi main. Nah, sebelum Issi main, aku nekatin merangkak ke bangku VIP yang kosong didepanku sambil masang tampang goblok, polos, dan tanpa dosa. Duduk bersama DUBES dan beberapa orang penting lainnya. Lumayan dapat tempat baris kedua dari depan :)
Yang bikin senewen nih, semuanya yang didepan pada ngomong bahasa Jerman dan Inggris!! Duh...aku nggak ngerti blas iki!!
(Issi lagi beraksi!!)

Kalau ditanyain, bilang aja magang jadi wartawan, sip kan? Aku coba motret juga hasilnya jauh lebih baik daripada di bangku yang reguler tadi!!!
Jreeeng...dia datang Une !
Walah, malah aku yang keringat dingin!!!
Tak lama kemudian, mereka duet, memainkan komposisi dari Brahms dan Maurice Ravel. Aku takjub banget ngelihat Issi main, penuh penghayatan dan seakan-akan dia menari dengan biolanya! Seakan dia bagian dari musik yang ia mainkan!! Bermain dengan sepenuh tenaga dan emosinya kayak orang kesurupan. Dia seakan-akan bermain drama dengan biolanya, menggeram, membeliakkan matanya, menghentakkan kepalanya, dan beberapa ekspresi lain, dan ada juga yang diselingi dengan siulan—sukses membuat beberapa penonton ketawa geli.
Pas deh, tampang dan permainannya cakep banget. Keren! Wunderbar! Permainannya benar benar sempurna! Presisi dan akurasinya juga... :)
Konser berdurasi 1,5 jam akhirnya berakhir juga, walah nggak ketemu Issi lagi dong??
Nggak tahu, akhirnya aku pulang. Sebenarnya ada jumpa fans buat bangku VIP, tapi aku keburu dijemput, ya udah aku pulang aja sambil mendengus kesal, “Konsernya cepet banget se!!”
Pas nunggu jemputan di lobby, aku memotret tiang bersejarah yang menjadi saksi perobekan warna biru dari bendera Belanda.
Dan saat aku tidur, aku mimpi jumpa fans dengan Issi, dan foto-foto sampe mabok. Ah jahat banget se!! Kenapa itu hanya mimpi??

You Might Also Like

0 comments

Subscribe