Kesampaian juga! Senengnya! Berawal dari video kereta panoramic yang memiliki jendela super lebar dan atap terbuka sering mondar-mandir di beranda youtube milikku, aku hanya bisa berharap dalam hati : Kapan ya bisa cobain? Sudah berkeluarga gini pasti repot atur waktu dan lain-lain.
Eits, kalau kamu jadi kaum mendang-mending selamanya tak akan pernah mencoba.
Awal tahun, Januari 2026 waktunya mengambil cuti. Rencana awal ke Bandung ingin wisata kecil-kecilan sambil nengok adik laki-laki sekalian coba jadi mermaid di JAQS (pada postingan sebelumnya), dan tentunya mengajak si kecil yang sebentar lagi berusia 3 tahun ! Harapannya, dia sudah bisa mengingat memori baik yang terjadi, serta bisa belajar banyak mengenal hal baru. Usia 3 tahun otaknya berkembang pesat, mudah meniru dan mempelajari hal yang baru, maka harus kita ajak eksplorasi banyak hal !
Tiket keberangkatan ke Bandung dibeli lewat aplikasi tiket.com, untuk 6 orang (termasuk orang tuaku dan satu pengasuh) dengan tarif tiket masing masing sekitar Rp 500,000 ,- (jika dibandingkan eksekutif Rp 350,000,-). Untuk gerbong panoramic tersedia di KA Pangandaran, tujuan Gambir - Banjar tapi kami turun di Stasiun Kota Bandung. Kami berharap saja cuacanya cerah, sehingga bisa menikmati jalur kereta yang konon paling cantik di Indonesia ini.
Saat hari keberangkatan, paginya hujan deras dan mendung pekat. Aduh, agak sedih rasanya, tapi harus tetap semangat. Setidaknya hujan sedikit reda sehingga bisa menikmati panorama yang ditawarkan tanpa terhalang kaca kereta dengan semburat titik air hujan.
Keberangkatan kami pukul 9 pagi, hujan agak mereda, walau rintik sedikit. Barang bawaan kami cukup banyak karena ketambahan stroller bocil yang cukup menyusahkan jika dibawa, dan sangat menyusahkan jika tidak dibawa (karena bocil hobi tiba-tiba tidur atau mager jalan). Alhasil pak suami kepayahan bawa barang sampai keringatan wkwkkw.😂
Kereta Panoramic sendiri terinspirasi dari kereta panoramic yang sudah ada duluan di Swiss, seperti Glacier Express yang bisa menikmati panorama Zermatt dengan pemandangan 360 derajatnya. Pas awal kami masuk rangkaian gerbong Panoramic yang jumlahnya cuma 1 di rangkaian kereta, wewww kesan luxury langsung dapat dengan melihat interiornya, berasa sultan anyar hahaha. Jendelanya besar banget, kursinya bisa diputar menghadap jendela dan atapnya juga terbuka (namun disediakan tirai penutup jika pengunjung merasa silau). Dan jangan khawatir bakal panas, karena gerbongnya sejuk dan nyaman. Ini sih beneran buat wisata senang-senang, salut buat PT KAI inovasinya yang keren ini. Aku berharap aja sepanjang jalan aman, nggak ada manusia laknat yang lempar sesuatu ke kaca kereta api hingga melukai penumpangnya 💩
Di gerbong panoramic ini, semua penumpang bisa free refill minuman seperti teh, kopi, maupun coklat, dan juga mendapat snack dari XXI café seperti pastry dan popcorn manis.
Toilet di rangkaian Panoramic ini juga cakep banget, wangi, mewah dan Ketika menggunakan closet, pantat agak anget di dudukannya, katrok deh ibu-ibu anak satu ini 😉
Nah, karena ditujukan sebagai wisata, maka Prama/Prami selalu menginfokan panorama atau atraksi apa yang akan dilewati, sehingga penumpang bisa siapkan alat tempur dokumentasinya, seperti terowongan, ataupun areal persawahan cantik. Selain itu mereka juga bisa membantu kami untuk mengubah arah kursi menghadap ke jendela ketika melewati panorama yang cantik.
Kalau arah Bandung yang bagus duduk disebelah mana? Arah kanan atau kiri sama-sama mendapat panorama yang unik. Jika kiri dominan persawahan cakep, kanan dapat pegunungan dan jembatan terpanjang yang dibangun di jaman penjajahan.
Minusnya apa? Bagiku, minusnya satu aja siih…ada layar televisi, kukira buat menampilkan stasiun yang akan dituju atau perkiraan waktu tiba ke stasiun selanjutnya. Nyatanya nggak update sama sekali…padahal bagiku lebih baik kalau ditampilkan infografis atau informasi mengenai kereta, seperti : kecepatan laju, tujuan stasiun berikutnya, info tempat wisata di masing-masing kota, waktu shalat, atau tampilan kereta saat berjalan (kamera di depan). Masukan ini aja sih…selebihnya untuk service sangat oke !
Yang penting, bocil senang (walaupun bobok dan sempat boring dia), ortu senang, dan didoakan ortu lancar rejekinya bisa mengajak naik kereta panoramic di Swiss !
Minusnya apa? Bagiku, minusnya satu aja siih…ada layar televisi, kukira buat menampilkan stasiun yang akan dituju atau perkiraan waktu tiba ke stasiun selanjutnya. Nyatanya nggak update sama sekali…padahal bagiku lebih baik kalau ditampilkan infografis atau informasi mengenai kereta, seperti : kecepatan laju, tujuan stasiun berikutnya, info tempat wisata di masing-masing kota, waktu shalat, atau tampilan kereta saat berjalan (kamera di depan). Masukan ini aja sih…selebihnya untuk service sangat oke !
Yang penting, bocil senang (walaupun bobok dan sempat boring dia), ortu senang, dan didoakan ortu lancar rejekinya bisa mengajak naik kereta panoramic di Swiss !

No comments:
Post a Comment