#3 Om Une Racing : Race Day

Friday, July 19, 2019

Sejak insiden handlebar miring, aku jadi kenal sama temen-temen Bagong Racing, karena kebetulan mereka yang membantuku on track. Dan syukurlah aku jadi bisa numpang mereka menuju LS1 saat final run.
"Salut kita sama mbak, sendirian, jauh-jauh dari Sangatta ikut balapan kayak gini."
"Ya, pengalaman pertama. Jadi ya semangat berapi-api. Kalo udah kedua, dan ketiga mungkin pikir-pikir lagii...berat di ongkos om, nggak bisa sharing cost."
Sebelum Berangkat Race, Bersama Teman-Teman Bagong Racing
Berangkat menuju ke titik mulai LS1 pukul 06.30 WIB untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di puncak. Setelah itu registrasi race dengan menukar kartu identitas dengan sensor transponder yang digunakan untuk mengkalkulasi waktu yang kita tempuh selama special stage (SS).
Untuk Induro seri ke 4 ini terdapat 3 SS dan 3 LS. Sedikit sih, tapi ya itu, sangat teknikal. Om-om yang memiliki jam terbang tinggi di dunia per-enduroan terkejut begitu mengetahui aku yang baru pertama ikut race nekat melibas trek yang  seperti ini.

Pre Race
"Ya masak aku mau mundur Om, maju terus dong. Kan sudah diniati dari hati."
Kebetulan aku dapat wave 5, alias start kloter ke 5. Bareng sama teman-teman Bagong Racing. Ya, aku nggak pernah anggap ini adalah sebuah balapan, tapi sekedar gowes bareng saja.

Liaison Stage 1 (1,3 km) - Special Stage 1 (2 km)
Untuk menempuh LS 1 seluruh peserta diberi waktu minimal 45 menit. Ya bagiku masih tergolong pedal-able, ada beberapa ruas jalan yang harus dituntun. Kulihat waktu masih panjang, sisa 30 menit lagi, masih bisa santai-santai sambil ngobrol dengan peserta lain. Masih tergolong ringan LS nya, hanya saja dari warung menuju start harus dorong sepeda nanjak terjal sejauh 35 meter. Megap-megap.
Root Section. Alhamdulillah selalu lolos
Istirahat sebentar, dan aku langsung start aja dengan yakin. Pokoknya section yang memungkinkan jatuh ya aku tuntun saja. Daripada wasting time. Hahaha. Alhamdulillah selama SS1 aku tidak crash sama sekali, asal berani ngepot aja.

Liaison Stage 2 (3,3 km) - Special Stage 2 (1,4 km)
"Ayo-ayo makan yang banyak, besok disiksa di LS 2, hahahha..." Ejek panitia terhadap kami. "Kalo mau cepet lewat LS2 ya dibalik aja, biar dapet turunan terus, ahhahaha...." Lanjutnya dengan tawa  sangat puas.

Teler di LS2, ahahha
Kebetulan aku start LS2 pukul 9 pagi. Gila emang awal-awal tanjakannya, setengah mati aku dorong sepeda dengan beberapa om-om dari kelas men master.
"Aduh, teler kita teh. Ini mah trek KTH Kondang yang biasanya diturunin malah dibalik, suruh nanjak." ucap seorang peserta yang tampak sudah sepuh.
"Hahha, pelan aja om. Bentar lagi juga nyampe." Hiburku sambil ketawa-ketawa getir, lalu lanjut ngobrol ngalor-ngidul biar nggak terasa lelah.
"Ya gini, kita bayar mahal malah disiksa di trek," gerutu om-om lain sambil ngemil coklat dengan gaya tengilnya. Diam-diam aku merasa terhibur sepanjang LS dengan ulah mereka.
Di tengah kebun teh, aku mendapati salah seorang peserta cowok duduk dengan posisi ban belakang sepeda dilepas. Wajahnya tampak bingung, wah, bocor ini bannya si om.
"Om...om....ada yang punya spare ban dalam ukuran 27.5 nggak?" tanyanya kepada om-om yang melalui LS2. Akan tetapi semua saling berpandangan, kayaknya nggak ada yang punya.
Iba dengan nasib om didepanku yang tampaknya nggak bisa lanjut race kalau nggak dapat ban dalam, akhirnya aku coba menawarkan ban dalam milikku.
"Nngg.....ukuran 27.5 x 25 bisa gak om?"
"Ohh...ada mbak? Bisa, bisa banget! Saya beli ya?" Pintanya sambil menyodorkan selembar uang seratus ribuan.
"Boleh Om, tapi Om nggak ada kembaliannya nih,"
"Udaah bawa aja,"
Dan akhirnya terjadi transaksi jual beli ban dalam di tengah kebun teh. Aku yakin, di 2 SS selanjutnya ini ban sepedaku bakalan aman.
Sesampainya di Warung OG, aku makan pisang dulu sebelum start. Waktu yang aku tempuh di LS2 hanya 75 menit dari jatah 120 menit. Trek SS2 ini banyak pedaling, tapi bisa aku lalui semua dengan lancar.

Liaison Stage 3 (1,3 km) - Special Stage 3 (2,5 km)
Anak Ini Sudah Lemas 
Akhirnya sampai juga di laga pamungkas, tapi tenagaku mulai terkuras. LS 3 ini treknya paling mudah, roller coaster dan bisa pedaling. Rimbun juga, nggak panas. Untuk SS3 merupakan SS yang paling panjang, banyak tikungan curam yang susah untuk aku lewati. Ada beberapa section nanjak, dan aku banyak berhenti sebelum melahap turunan yang sedikit teknikal. Berhenti, mengumpulkan nyali dan kuda-kuda. Sudah lelah dan kurang konsentrasi, sepedaku melaju dengan perlahan agar tidak oleng ke jurang.
Tapi akhirnya aku bisa melewati SS3 dengan selamat walaupun sudah terseok-seok. Bodo amat lah dengan podium, yang penting aku selamat....
Di venue, aku menukarkan transponder dengan print out hasil race. Aku dapat peringkat 4 kelas women open dan ke 162 dari 164 peserta, haha. Alhamdulillah, setidaknya aku berhasil mendapatkan hadiah ulang tahunku yang sempat tertunda di bulan Juni. Terima kasih Allah telah memberiku keselamatan dan podium :)
 Sampai jumpa di seri-seri berikutnya dengan skill yang makin membaik, semoga !

You Might Also Like

0 comments

Subscribe