Om Une Uji Nyali di Trek Downhill Pacet

Saturday, April 27, 2019

Om Une? Om Une siapa ya?

Maksudnya Om Une disini adalah diriku sendiri. Kenapa harus Om? Ya karena ketika main sepeda terutama di trek enduro atau downhill aku selalu dipanggil 'Om' karena tingkah polahku yang seperti cowok.
Untuk kesempatan cuti kali ini aku merencanakan untuk mencoba trek anjrut-anjrutan di Kinco Bike Park, ya lazimnya disebut trek downhill Pacet karena letaknya memang di Pacet, kawasan wisata pemandian air panas Mojokerto, atau nama lengkapnya EJD Kinco Bike Park, dimana EJD merupakan singkatan dari East Java Downhill.

Kenapa harus ke Pacet?
Nah aku hanya memiliki waktu lima hari libur terpotong dua hari untuk perjalanan. Jadi sisa tiga hari yang kubuat untuk acara sepedaan dan sudah kurencanakan berbulan-bulan yang lalu. Alhamdulillah emakku mau nganterin aku anjrut-anjrutan di trek Pacet. Maafkan hobi anakmu yang cukup maut ini yah emak...
Sebelum memilih trek Pacet, aku survei terlebih dahulu melalui channel You Tube dan wawancara singkat dengan Om Andri. Menurut Om nya, trek Pacet relatif aman dan bisa dirolling kalau lihat rider yang langganan jatuh sepertiku ini.
Dan penerawangan via You Tube, maka didapatkan pencerahan dan review dari para master yang menyatakan bahwa trek Pacet aman dan rollingnya agak kenceng.

Pakai Sepeda Apa?
Ya jelas pakai sepeda Full suspension kesayangan aku yang warnanya Black Pink dengan T180. Kalau pakai hardtail ya menakutkan, hehe.
"Udahlah, aman aman. Sepedamu udah oke." Salah satu om menyemangatiku.
Iya, sepedanya oke, skill orangnya nggak sama sekali. Bondo nyali.

Jadi kita mulai pukul 10.00 WIB. Saranku jangan terlalu siang karena curah hujan di Pacet cukup tinggi, tapi beruntunglah saat itu cuacanya cerah dan trek tidak terlalu kering, karena jenis ban Nobby Nic yang aku pakai ini paling licin dan kurang nge 'grip' kalau kalau ketemu trek dengan tanah yang benar-benar kering kerontang. (menurut pendapat saya, karena sering terjatuh di trek yang kering).

Rider pagi itu cuma berempat, dua Om yang memang asli pemain downhill (Men Master), Gus Sunan dan Om Aji, lalu Om Andri yang aslinya pemain juga, dan satunya lagi cewek...eh maksudnya Om Une yang cuma atlit foto-foto.
Run pertama masih santai sih, masih mengenal treknya sempat jatuh dua kali. Jatuh yang pertama masih aman, dan yang kedua sukses ambil jump tapi takut mendarat, alhasil sepeda itu malah mendarat diatas tubuhku yang malang.
Masih Kenalan Sama Hantu Penunggu Trek
Setelah run pertama ini, kesimpulan yang kutarik ternyata treknya terhitung asyik dan aman. Ada double jump tapi masih bisa dirolling, root section yang aman, steep slope dari bambu yang curam dan menakutkan tapi aman, jembatan bambu yang paling jadi favoritku karena khas sekali di trek Pacet ini. Jumpingan kecil-kecil, aman kalau speed nya dapet. Nah, Om Une aja berani, apalagi kalau Om-Om yang beneran yah, pasti mainnya makin ngeri. Obstacle sih tidak terlalu banyak tapi tetap butuh konsentrasi tinggi.
Menuju Run kedua, masih kuat foto-foto
Run kedua, ketiga, keempat relatif asyik dan aku berani menambah kecepatanku. Aku sempat foto-foto di acara downhill ceria ini. Yah walaupun hasil foto mencerminkan skill yang dimiliki juga. Di acara fun downhill ini memang banyak yang perlu dibenahi untuk skill ku. Terutama saat nge berm (belokan). Saat divideo aku memang terlihat sangat jelek dan kaku saat nge berm. Nggak bisa ikutin lekukan berm. Untuk berm-berm yang kecil sih aku masih lumayan. Cuma berm yang benar-benar berbentuk hampir U-Turn itu aku benar-benar ketakutan, jadinya kaku banget saat melintasinya. 
"Butuh latihan dan proses," Om-om lain menguatkanku.
Root Section
Dan untuk run terakhir yang pamungkas ini, aku ditawarin pakai sepeda Downhill, bilangnya lebih asyik dan enak. Wah ya jelas saya khawatir kesusahan handling nya, ini sepeda orang, kalau kenapa kenapa dompetku yang kenapa-kenapa juga nanti, terlebih lagi ternyata saddle nya ketinggian buatku, jadi gagal deh kesempatan mencoba sepeda downhill, hehe.
Run penutup kali ini konsepnya kereta-keretaan biar aku nggak kelihatan gowes sendirian (kayak jomblo) saja. Kebetulan Om Une disuruh didepan, dan yang dibelakangku pas Om Aji yang pakai sepeda downhill Intense itu. Waduh beban mental sepanjang trek rasanya.
"Om pelan pelan saja yah, aku penakut soalnya." Pintaku sambil membalik posisi action cam kebelakang dengan tangan gemetar.
Cukup seram disini. Tapi daripada putar balik mending nekat
"Santai aja mbak."
Dan....final run. Jumpingan pertama aman, berm U turn pertama aku jatuh karena ragu dan kebanyakan ngerem, waduh. Iya diketawain tapi muka Om Une sudah kebal dengan tertawaan seperti itu.
Dengan gemetar ambil sepeda lalu lanjut run dengan posisi badan yang sudah terlanjur malu. Om Andri sempat merekam aksiku, sehingga aku bisa mempelajari beberapa kesalahan dan postur berkendaraku yang masih perlu diperbaiki.
Tapi beruntunglah ketika aku berada paling depan, karena Om-Om belakangku selalu meneriaki dan menyemangati aku untuk memilih jalur yang aman sehingga speed tetap terjaga.
"Ayooo pas berm pandangan jauh kedepan, jangan ke berm. Nanti handlebar otomatis mengikuti arah pandanganmu." teriak om dibelakang.
"Udah dilos ajaaa..."
"Ambil pinggir dulu kalo ngeberm..."
Dan bermacam-macam teriakan lainnya.
Jembatan Bambu
Tapi aku senang diteriaki dengan kata-kata membangun seperti ini. Edukatif dan menambah rasa percaya diri. Terbukti beberapa berm terakhir aku lebih yakin dan bisa melewatinya dengan lebih baik. Sempat kurekam di action cam, tapi belum dibagikan karena kapasitas video yang lumayan besar.
"Aduh mbak nya kalo run ternyata lumayan kenceng yah," Kata Gus Sunan.
"Haduh masak kenceng om, kura-kura aja kok."
"Yo lumayan kenceng lah mbak'ee...hehehe"
Aku cek kecepatan maksimalku hanya 50.9 km/h, dan waktu terbaikku mencapai 5,45 menit. Semuanya turunan, tapi aku keringatan, keringat tegang.
"Percaya diri saja, Une. Kamu hanya butuh frekuensi latihan. Jangan takut !"

Terima kasih om-om yang sudah menemaniku run dan coaching clinic singkatnya, senang mengenal kalian para master :D 
Perhatian : Selalu gunakan alat pelindung diri ketika uji nyali di trek ini.


Kinco Bike Park (Trek Downhill Pacet)
Desa Padusan, Kawasan Wisata Air Panas Pacet, Mojokerto
Tiket Masuk : Rp 10,000 ,-

Panjang Rute : 1,65 km
Elevasi : 192 m
Start : 1131 mdpl
Finish : 939 mdpl

Trek Downhill Pacet bisa dicek di :

You Might Also Like

0 comments

Subscribe