Berbagi Pengalaman Naik Thai Airways CGK-DME

Friday, November 02, 2018

Ini adalah pengalaman penerbangan internasionalku yang kedua kalinya. Pada kesempatan kali ini, maskapai yang dipilih adalah Thai Airways dalam perjalananku menuju Moskow. Nah, kenapa pilih Thai Airways? Alasannya tentu saja lagi diskonan, pulang pergi delapan juta rupiah :D, tapi penerbangan ini nggak direct ya, harus transit di BKK terlebih dahulu baru lanjut ke DME.
Untuk Thai Airways sendiri dari CGK yang sebelumnya di terminal 2D sekarang dipindahkan ke terminal 3 Ultimate. Jadinya cukup mudah bagiku dari Balikpapan dengan Garuda Indonesia, langsung naik ke counter check in Thai Airways, tak perlu cari kalayang atau bus antar terminal.
Oh ya, selama perjalanan insyaallah aku selalu berusaha untuk menjaga diri dari hal-hal yang subhat bahkan haram, terutama dalam makanan. Ya agar perjalananku selalu berkah dan dilindungi oleh Allah SWT. Amin.
Boarding Pass. Serba ungu
Maka dari itu aku memilih inflight meal yang Halal Food dalam penerbanganku. Cara memilihnya cukup mudah, buka laman Thai Airways, pilih meals dan seat dengan memasukkan booking reference. Untuk diketahui, makanan halal hanya tersedia untuk penerbangan ke Pakistan saja apabila kita tidak melakukan booking terlebih dahulu. Pilihan jenis makanannya pun cukup bervariasi, ada yang vegetarian, kosher meals, gluten free, Hindus meal, dan beberapa menu yang dikhususkan bagi beberapa penumpang yang memiliki kebutuhan pangan 'khusus'. Tentu saja aku memilih yang halal ya :) Untuk seat aku selalu pilih yang window seat, alasannya biar bisa lihat pemandangan dan bisa menyandarkan kepala dengan posisi miring. Untuk urusan ke toilet sih...aku termasuk jarang. Dalam sekali penerbangan selama 8 jam mungkin hanya dua kali aku ke toilet, hehehe.
Transit di Suvarnabhumi
Perjalanan kali ini aku tak membawa koper, tapi keril 50 L. Pengalaman tahun lalu membawa koper, cukup susah backpackeran naik tangga kesana kemari mengangkat koper. Jadi aku wrapping terlebih dahulu agar tak berhamburan apabila masuk bagasi. Aku hanya membawa beberapa potong pakaian hangat, karena mengingat suhu di Rusia sudah mendekati minus, jadi dijamin tak keringatan ketika berjalan-jalan dan tak perlu bawa baju yang terlalu banyak.
Lanjut ke maskapai Thai Airways. Kesan pertamaku saat memasuki kabin adalah flight attendant nya tak semuda yang di website! Haha, sedikit nampak emak-emak, dan bahasa Inggris mereka masih medok Thailand. Tapi tak apalah yang penting service-nya. Awal masuk kami disambut dengan sambutan khas Thailand, Sawadee khap ! Pakaian mereka pun tampak sopan, cantik dan tradisional dengan selempang bersulam emas dilengkapi ikon anggrek di pundaknya.
Warnanya unyu
Toilet perfume and handbody
Untuk seat-nya warna-warni! Ada kuning, pink, dan ungu. Tampak menyenangkan, apalagi aku dapat yang warna pink. Begitupun video peragaan keselamatan, tampak lucu dengan tema hutan tropis.
Penerbangan pertama menuju CGK-BKK, aku duduk disebelah pakde yang bilangnya asli dari Paris, dan hendak kembali ke negara asalnya. Sekitar 10 menit setelah take off kami dibagikan cemilan berupa kacang-kacangan. Dan ketika makan dibagikan, untuk Halal Food mendapat giliran pertama, dan setelah kubuka, menunya...
Meal pertamaku di Thai Airways
"Kari kambing dan nasi yang bentuknya agak panjang panjang warna kuning begitu. Ditambah sayur yang mirip kacang panjang. Lalu ada salad dan salmon, appetizernya ada cake yang manisnya kebangetan. Plus ada roti dan salted butter."
Salmon andalan gua
Variasi halal meals yang lain
Sama si kucing hitam
Tak lama kemudian pakde sebelahku dateng juga makanannya. Sedikit kulirik dan aku merasa iri dengan meals yang ia dapat. Nasi goreng dan telur dadar gulung! Kalau tahu kayak gini aku mending cancel halal food-nya :( Ugh, bon appetite pakde.
Yang paling kusuka hanyalah salad salmonnya. Enak banget kalau dimakan pakai roti. Untuk nasinya sih...rasanya India banget, agak gimana gitu...
Sekalian belajar Bahasa Rusia guys...
Jadi tiga penerbangan kedepan aku bakal menikmati menu yang nggak jauh beda seperti ini, tapi balik ke konsep awalku tadi. Menjauhi hal yang subhat dan haram agar selalu dalam lindungan Allah.
Untuk inflight entertainment nya bagiku tak menarik. Lagu-lagu nya banyak yang terdengar asing, dan aku bukan penikmat film. Jadi aku hanya memainkan games yang mempelajari tentang beberapa bahasa di dunia, itu saja. Sisanya tidur. Kali ini tak kudapati Inflight Quran di Thai Airways, yah, jadi harus via ponsel kalo pengen ngaji.
Critical Eleven menuju Bangkok
Jadi kesimpulannya, service cukup oke. Makanan...okelah karena cukup banyak pilihan. Bisa jadi pertimbangan kalau aku diberi umur panjang dan kesempatan untuk bepergian kembali. Amiin.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe