Kutai Wana Rally IX, Sangkima Jungle Park

Sunday, September 23, 2018

Terakhir saya mengunjungi Taman Nasional Kutai, Sangkima pada tahun 2015, seminggu setelah pendakianku di Rinjani. Saya ingat betul saat itu posisi muka gosong terbakar matahari dan sehari sebelumnya melakukan brightening facial.
Wah bakal rusak facialku !

Tiga tahun berlalu, dan posisi kerjaku sudah bergeser ke Sangatta, sekitar 60 km dari Bontang, dan kebetulan rekan kerja saya yang di Bontang ngajakin buat ikutan Kutai Wana Rally (KWR) ke IX di Sangkima, Taman nasional Kutai tahun ini. Untuk tahun lalu yang ke VIII saya belum sempat mengikutinya karena memang tak ada tandemnya :(
Saya satu tim bersama rekan kerja di Bontang sebanyak 4 orang. Per kelompok biaya pendaftarannya Rp 600000 ,- dan itu sudah mendapatkan kaos, tumblr alumunium dan finisher medal.
Infonya, gelaran KWR ini sudah lama vakum, namun mulai tahun lalu digalakkan kembali. Acara KWR ini merupakan acara lintas alam sambil memperkenalkan jungle park Sangkima, bisa ditempuh dengan jalan santai maupun trail running. Wah, sudah lama sekali saya nggak melakukan trekking, kebanyakan gowes. Jadi bisa dipastikan kaki bakalan pegal-pegal untuk menempuh jarak 7 km tersebut.
Tanggal 4 Agustus acara pun dimulai. Tanpa latihan fisik apapun kecuali hanya gowes. Apesnya hari itu saya terserang flu ringan, tapi diabaikan saja. Toh flu ringan-ringan seperti ini kalau udah siang dikit pasti hilang seperti biasanya.
Tapi sayangnya tidak, hidung terasa sangat gatal, mata berat dan suhu basal mulai meningkat. Gawat, saya tampaknya terserang demam dan flu, akan tetapi menguatkan dan memaksakan diri agar tetap sampai finish lengkap satu kelompok. Karena aturan dalam KWR ini adalah mulai dari garis start, melewati tiap pos hingga finish harus tetap lengkap satu kelompok. Kalau ada salah satu anggota yang tak lengkap maka akan diskualifikasi.
Lewat sungai, tapi sudah bebas dari buaya

Awal perjalanan masih melalui trek yang datar dan tak terlalu sulit untuk dilalui.  Setelah menyebrangi sungai maka tantangan mulai terasa. Mulai dari tanjakan kenikmatan hingga turunan kesengsaraan. Dan semuanya dilalui dengan langkah terseok-seok karena...yah karena menahan rasa demam itu :(
"Bentar...bentar Pi.." pintaku agar beristirahat bentar sembari menahan pusingku. tak jarang aku melontarkan kalimat itu pada rekan setimku agar beristirahat sebentar
"Katanya anak gunung," Celetuk Hilman.
Anak gunung ya anak gunung, kalau pas pusing gini ya lemah juga.
Memang kita tak melalui jalur wisata seperti biasanya, tapi dilewatkan jalur lain yang memiliki elevasi hingga 100 m. Setengah mati bagi wanita yang sudah jarang hiking seperti saya.

Nggak kelihatan ya kalau sakit. Malah cengar-cengir


Teriakan teman-teman menyemangati, ya..ya..ya...saya harus bertahan agar tak evakuasi. Seperti ini saja, toh biasanya lebih dari ini kamu juga kuat! bisikku saat itu.
Sepanjang jalan kita disuguhi dengan kenikmatan alam Borneo. Seperti tanaman khas hutan tropis di dataran rendah, jamur-jamur hutan yang kerap tumbuh di lantai hutan yang lembap, dan siulan burung maupun ocehan primata penghuni Sangkima yang mungkin sedang kelaparan atau sekedar bercinta.
Sampai di pos kedua kita diberi soal dalam amplop yang berisi tentang pertanyaan seputar Taman Nasional Kutai. Hanya beberapa yang bisa kita jawab dengan yakin, selebihnya tidak, karena hendak berselancar di dunia maya pun tak ada sinyal, hahaha. Blank.

Lupi hiking

Soal tersebut bisa diselesaikan sambil menuju pos ketiga. Trek yang mendominasi acara  KWR tersebut sebenarnya cukup asyik, seperti meniti pepohonan tua yang melintang diatas sungai, melewati jembatan gantung, dan melewati pepohonan yang rebah. Petualangan banget! sayang saya tak terlalu menikmati karena kondisi tubuhku :(
Lama tak mengunjungi Sangkima tampaknya banyak penambahan spot baru, seperti jembatan gantung diatas pohon di Bukit Bangkirai maupun rumah pohon diatas titik tertinggi Sangkima, sehingga kita bisa melihat luas dan cantiknya hutan hujan tropis Borneo. Suatu saat saya pasti akan mengunjunginya kembali!
Dengan langkah terseok seok melalui 5 pos, akhirnya saya dan satu tim berhasil menyelesaikan tantangan di rimba Sangkima hari ini. Tapi sayangnya tak berhasil menjadi pemenang, karena bukan menjadi yang pertama :)
Kuperiksa jalur yang kutempuh via aplikasi movescount, ternyata 7,5 kilometer. Lelah, pastinya.
Tak apalah, yang penting pengalaman hari sangat menyenangkan walau dalam kondisi demam, dan pengen mengulanginya kembali suatu saat :D

You Might Also Like

0 comments

Subscribe