#2 Derawan Derawati yang Menawan Hati

Sunday, May 22, 2016

Jumat, 6 Mei 2016

Aku terbangun saat air masih pasang. Kecipak penyu terasa dibawah cottage. Aku berlari ke dermaga hendak mengabadikan sunrise, sayang tertutup awan kelabu. Tak habis akal, aku tetap berselfie ria yang merupakan ritual wajib saat traveling masa kini :)
Rencana kami hari ini adalah hopping island ke Gusung, Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Aku sih pengennya explore ke tempat yang unik seperti goa Haji Mangku, snorkeling di palung laut atau mengunjungi hidden Lagoon. Tapi sayang, karena kita ikut satu rombongan kapal, jadi destinasi sudah ditentukan oleh pihak kapal, yaitu ke Gusung, Maratua, Hidden Lagoon Kakaban, danau ubur-ubur Kakaban, dan Penangkaran penyu di Sangalaki. Kita bertemu dengan dua cewek PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) yang area kerja di Jawa. Mereka mengaku bingung mencari tumpangan kapal karena menurutnya habis kena tipu open trip. Jadi hanya diakomodir dari Tarakan menuju Derawan, sesampainya di Derawan mereka ditelantarkan. "Sudah uang tak kembali, kecewa yang didapat," akunya. Hati-hati pilih open trip ya, pilih yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan !
Jadinya kita jalan bareng selama hopping island. Tak kusangka salah satu dari mereka adalah teman angkatan si Ikhwan :D
Gusung yang namanya terlupakan -_-
Derawan-Derawati

Tujuan pertama adalah Gusung. Gusung hanyalah gundukan pasir yang timbul saat air laut surut. Karena pengunjung lagi rame, (saat itu ada sekitar 30 pengunjung) jadi kita kurang bebas dan puas untuk explore lebih. Bagus sih, karena airnya jernih dan menggemaskan !
Resort di Maratua konon pemiliknya adalah warga asing
Airnya sedang surut dan keruh
Maratua
Spot selanjutnya adalah Maratua. Disini kita tidak dianjurkan snorkeling karena banyak terdapat lion fish yang beracun. Menurut gambar-gambar yang aku lihat, Maratua memiliki air yang sebening kristal. Tapi sayang kondisi lagi surut dan keruh karena banyaknya pengunjung yang ngubek-ubek air laut -_-
Dari Maratua tapi belum ketemu Mertua #ooh

Di Maratua juga terdapat goa Haji Mangku, tapi sayangnya kami tidak mendapat kesempatan explore lebih kesana. Huh, kalau ada kesempatan lagi aku harus kesana !
Setelah dari Maratua, kita mengunjungi Hidden Lagoon. Menuju Hidden Lagoon di Kakaban bisa ditempuh dengan dua jalan, yaitu basah-basahan melewati gua atau kering-keringan melalui tangga yang sudah disediakan. Sudah bisa ditebak Une lewat yang mana dong, ya jelas lewat gua awalnya, lalu pulangnya lewat tangga! Haha, pergerakanku cukup terhambat karena pakai rok lebar.
Di Hidden Lagoon kami sempat makan siang karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Danau ubur-ubur menjadi tujuan selanjutnya. Disana juga terdapat palung laut dengan terumbu karang yang indah ! Tapi lagi-lagi sayang, banyak kapal bersandar di daerah palung laut menyebabkan pengunjung kesulitan untuk snorkeling disana. Cuaca di Kakaban mendung pekat, apalagi jalan menuju danau Kakaban harus trekking menembus hutan rapat sejauh 500 m, jadi didalam terasa makin gelap...
Kakaban, sempat hujan deras dan aku terpeleset saat hendak menaiki boat

Kekhawatiranku pun terjadi. Belum sempat masuk kedalam danau ubur-ubur, hujan mengguyur dengan derasnya. Pengunjung kocar-kacir mencari shelter terdekat. Aku panik, tak membawa dry bag dan kameraku hanya terlindung tas yang tak anti air. Dalam kondisi seperti ini aku lebih mementingkan Nex 6 ku, bagaimana caranya agar ia tak kehujanan konyol...
selang 10 menit hujan reda, aku kembali snorkling dan melihat ubur-ubur berwarna jingga dan transparan menari-nari dalam air dan sekenyal konyaku kalau dipegang.Mau berfoto dalam air, eh baru ingat nggak punya underwater camera. Difotoin instrukturnya, tapi fotonya nggak tersalin selamanya, hadeuuh... :(
Oh iya, pantangan saat berenang di danau ubur-ubur yang wajib dipatuhi :
1. Jangan pake lotion atau bahan kimia di tubuh sebelum nyemplung, ubur-uburnya bisa mabuk
2. Jangan menarik, melukai atau mengeluarkan spesies dari dalam air, kasihan tahu !
3. Dilarang berenang pakai fin, takutnya melukai ubur-ubur. Karena lunak, jadi mudah hancur. Kecuali bagi instruktur yang sudah pengalaman.
Sayang eh sayang...karena hujan turun saling menyusul jadinya aku belum sempat foto sepuasnya di Kakaban.
Sangalaki

Tentang Perpenyuan :)

Bayi Penyu : Pengen Kubawa Pulang Tapi itu Dilarang :D
Pantai di Sangalaki
 Destinasi terakhir adalah pulau Sangalaki yang merupakan tempat penangkaran penyu dan segala ilmu tentang pe-penyu-an ada disini. Pantainya sih biasa saja, cuma kalau agak ketengah sedikit kita bisa menemukan air yang sangat jernih hingga terlihat terumbu karang di dasar laut.
Trek untuk melihat anak penyu

Dari sini kita bisa melihat manta point, turtle point, sayang tak terlihat semua :( Yang terlihat adalah sisa-sisa pembiasan air hujan yang sangat indah, Pelangi.
Die Regenbogen auf Sangalaki

Harusnya disini kami bisa melihat manta dan penyu keliaran, tapi pada ngumpet :(

Perjalanan hari ini akhirnya usai. Kembali ke Derawan dari Sangalaki sekitar 45 menit dengan speedboat. Kami berencana langsung kembali ke dataran Kalimantan hari ini juga. Sampai di Derawan, mandi sebentar, membayar uang sewa kapal hopping island perorang lima ratus ribu rupiah dan kembali ke Tanjung Batu dengan speedboat. Kembali bersua dengan daratan pukul 18.30 WITA, jadi kami hanya memiliki waktu 24 jam di Derawan.
Auf widersehen Derawan-Derawati! Maafkan daku yang belum sempat nyobain tehe-tehe *ketan bulu babi* ya !
(Di Berau kami menginap semalam untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Muara Wahau keesokan harinya)

Saran menuju kesana :
1. Kontak dulu penginapan atau kapal yang tersedia. Apalagi kalau peak season, khawatir full booked. Hubungi Fauzi Helmi : 081326111990
2. Bawa sunblock, tapi bilas sampai sebelum masuk danau Kakaban
3. Jangan sakiti spesies khas daerah sana.
4. Berkreasilah dan hasilkan foto-foto yang unik dan beda dari yang lainnya !
5. Filter circular polarizer dan lensa fish eye mantap jaya dipakai hunting landscape.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe