#1 Edisi Cuti Perdana Une : Mirip-Mirip Afrika di TN Baluran

Wednesday, May 20, 2015

Cuti telah tiba ! Cuti telah tiba !
Betapa bahagianya apabila cuti tahunan yang dinanti dari dulu tiba. Hati pun serasa bebas dari penjara. Rencana-rencana liburan yang disusun dari awal masuk PLN pun harus direalisasikan kali ini. Emak udah bolak-balik telepon aku, tanya jadwal cuti agar emakku bisa ambil cuti juga dan mengantarkan putri kecilnya yang masih betah jomblo berjalan menjelajah seputar eks Karesidenan Besuki. Karena saking seringnya telepon, jadi nggak enak sendiri kalau tiba-tiba boss menolak usulan cutiku. Maka aku memohon ke bos supaya permohonanku dikabulkan dan janji tidak nakal lagi. Karena si bos masih muda, gaul, dan mengerti perasaan anak muda, maka permohonan cutiku dikabulkan. HORE !
Untuk cuti pertamaku aku ambil 4 hari, tapi dapatnya sepuluh hari karena aku kebetulan ada dinas di Balikpapan dan bonus sehari terhitung perjalanan dinas, jadi mau nggak mau harus rescheduling tiket pesawat biar jadwal kepulanganku maju sehari. Waktu dirumah itu berharga meeen!
Jadilah cutiku tinggal delapan hari dari duabelas hari jatah cuti tahunan. Setiap jadwal cuti harus disusun itinerarynya agar tak terbuang sia-sia. Hihi....deg-degan menanti cuti dan acara liburanku ini ! POKOKNYA HARUS SUKSES !
Untuk Hari pertamaku aku merengek ke emak untuk habiskan hari di TN Baluran, Situbondo. Emak dengan semangat menyetujuinya. Tanggal 11 Mei kami berangkat menuju Baluran dari Lumajang. Tak disangka Nenekku ikutan backpackeran juga,pengen merasakan backpackeran dengan cucunya yang paling bandel ini, hehe.
Lama perjalanan ke Baluran sekitar 4-4,5 jam dengan kendaraan pribadi via jalan Anyer-Panarukan. Probolinggo dan Situbondo. Ternyata tak semuanya perjalanan travellingku mulus. Mendadak ketika berhenti sarapan soto di Kraksaan, aku hendak mengambil sesuatu dari tas, dan kusadari bahwa tasku tak terdapat di bagasi mobil. Terkejut bukan main, karena tadi pagi sudah aku keluarkan dan ayahku membawanya. Kecewa berat, sudah packing semalaman ! Isi tas tersebut adalah baju ganti dan peralatan pribadi lainnya. Sempat panik tapi  emak segera menenangkanku.Yang terpenting adalah kamera dan tripodku tak tertinggal. Kalau semisalnya tertinggal, rasanya perjalanan ini tanpa nyawa saja.
Awalnya kukira perjalanan ini tak lama, ternyata cukup membosankan sepanjang jalan. Lurus, tak bercabang, hingga aku menemukan hutan yang dipenuhi oleh kera liar ekor panjang (Maccaca fascicularis) berkeliaran di sepanjang jalan. Berarak arak mengikuti kendaraan yang lewat. Tak sedikit pula bangkai kera tergeletak terpelindas kendaraan yang lewat. Lalu aku mendapati tulisan TN Baluran. Senang tak terkira ! Kukira sudah dekat, ternyata 25 km lagi kata sang sopir.
Jarak 25 km tak lama ternyata. Hati senang tak terkira ketika sampai di gerbang Baluran. Setelah beli tiket, kita langsung menuju Savana Bekol yang berjarak sekitar 13 km dari pos awal Baluran, Batangan.
Jalan menuju Savana Bekol rusak, tapi masih bisa dilewati oleh mobil. Kanan kiri hutan yang mulai meranggas, lalu burung dan ayam hutan yang cantik berkeliaran sambil diikuti anak-anaknya yang menggemaskan. Mau diambil gambarnya, sayang mereka keburu kabur.
Savana Bekol merupakan prairie yang sangat luas, hanya ditumbuhi oleh beberapa pohon dengan latar belakang gunung Baluran, saat itu kondisi rumput Bekol hijau dan basah. Kebetulan hari sangat cerah, jadi filter circular polarizer dapat berfungsi dengan maksimal. Hasil Foto pun menjadi cantik.
Hasil Foto cantik dengan Filter CPL. Judul Foto Ini adalah Bunga di Savana :))
 Di savana ini pun dihuni oleh beberapa fauna seperti kera berekor panjang dan banteng baluran (Bubalus bubalis). Seperti biasa, segerombol banteng kabur duluan sebelum difoto. Menyedihkan :( Jadi aku sarankan untuk menuju ke tempat ini saat hewan-hewan itu feeding time sehingga kita bisa mengambil gambar dengan momen yang menarik. Carilah info sebanyak-banyaknya kepada petugas, kapan sih mereka waktunya keluar cari makan.

Berikut ini aku pamerkan hasil-hasil jepretanku yang mungkin bisa membawamu tertarik mengunjungi tempat ini :D
Ekspresi Une Yang bebeas dari kerjaan kantor
Gunung Baluran dan Savana
Di Bekol ini juga terdapat penginapan dengan tarif terjangkau dengan menggunakan nama-nama satwa khas penghuni Baluran. Siapa tahu anda ingin menikmati suasana malam di Baluran. Denger-denger milkyway saat musim kering cantik lho !
Spot yang tak pernah ketinggalan dibuat foto di Bekol adalah Kumpulan tengkorak banteng yang disusun dan diberi atap rumbia.
Kera Lapar di Savana
Karena Panas yang cukup menyengat, maka kami melanjutkan perjalanan ke pantai Bama, sekitar 3 km dari Bekol. Sepanjang jalan aku melihat semak, pepohonan yang menghijau, rusa jawa (Cervus Timorensis) sedang mengunyah, dan merak hijau (Pavo muticus) yang berjalan malu-malu. Langit Baluran supercerah, tanpa awan sedikitpun.
Pantai Bama, disini kita dapat melihat atraksi kera. Mulai dari menggendong anak, menyusui dan berinteraksi dengan alam serta manusia. Hati-hati barangmu dirampas oleh kera-kera berekor panjang tersebut. Mereka tak sungkan menaiki mobil pengunjung dan kuku tajam mereka menggores body mobil !
Atraksi Kera Tertangkap Kamera
Selain itu kita bisa mengamati hutan mangrove melewati jembatan beton dan mangrove terbesar di Indonesia di sekitar Pantai Bama. Di hutan Bakau ini kaya akan vegetasi hewan-hewan penghuni air payau, tak jarang kita mendengar kecipak hewan seperti yuyu atau ikan. Perairan Bama yang dangkal hingga 300 m kearah laut cocok untuk menyapa ikan hidup dalam naungan mangrove.
Hutan Bakau di TN Baluran
Enjoy your day ! Tujuan selanjutnya adalah ke Kawah Ijen :) 

Tips Menuju TN Baluran :
1. Musim kering saat jati meranggas bagus dikunjungi, karena anda akan mendapatkan suasana yang beda. Yang jelas jangan musim hujan ya :))
2. Iklim di Baluran Sangat Kering, jangan lupa sediakan logistik berupa air minum dan makanan yang cukup.
3. Bawa sunblock dan pelembab
4. Jangan mengotori tempat ya :D


You Might Also Like

0 comments

Subscribe