Bergaya di Khatulistiwa

Thursday, November 06, 2014

Tugu Khatulistiwa di Indonesia ternyata tak hanya terletak di Pontianak saja. Di Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Kutai Kartanegara, Santan Ulu juga terdapat Tugu Khatulistiwa tepat di koordinat 00(derajat)00'00"LU  117"21'47" BT. Terletak diatas bukit dan diapit oleh vegetasi hutan berkayu. cuma lebih sederhana. Katanya sih, baru direnovasi sama perusahaan Kaltim Methanol Industri (KMI). Tiket masuk? Gratis.
Kurang lebih kayak ginilah penampakannya :D
Baru kali ini kesampaian kesana, padahal sering juga lewat karena lokasinya memang terletak di pinggir jalan utama menuju Samarinda dan Balikpapan. Untuk hari ini kebetulan bisa mampir, gara-gara habis ada pekerjaan di perbatasan Samarinda, dan pulangnya bisa sekalian mampir.
Kondisi Tugu Khatulistiwa sendiri sepi, tak terawat, kotor dan ada beberapa botol bekas bir. Tak lama setelah kami datang, sekelompok cowok naik motor dengan suara knalpot mirip seng dipukul mendatangi lokasi itu. Busyet dah, kita khawatir banget, takut dipalak. Bayangin aja, saat itu kita membawa satu kamera DSLR canon, satu kamera mirrorles Sony, GPS 64s Garmin, Smartphone,  dan motor Honda beat item dekil (gara-gara habis offroad di lumpur). Kalau dirampas semua nilainya lumayan juga, bikin nangis.
Sepi dan kurang terawat
Sempat aku dan temenku memutuskan untuk balik aja setelah 'gangster' itu membawa botol ukuran 1,5 L diisi cairan kuning muda, lalu mereka minum rame-rame, mabuk di khatulistiwa. Wadow, makin horor aja. Tapi aku nekatin mendekat ke bangunan tugu tempat mereka mabuk-mabukan. Kapan lagi , pura-pura nggak liat aja.
Good JOB !
Karena kebetulan bawa GPS, aku segera cek koordinat tempat aku berdiri, eh ternyata beneran aku berdiri di atas garis khayal, hahaha. Merasa hebat dan keren aja karena bisa berdiri di tengah-tengah bumi, karena sebelumnya aku dan temenku sibuk cari koordinat di GPS hingga tepat bener-bener 0, dan itu susah betul, harus maju mundur ngepasin.
Maju mundur dapetnya segini
Setelah berjalan mengelilingi dan ngintip dalamnya (ternyata ada tangga menuju puncak untuk melihat keindahan zamrud Kalimantan dan foto-foto tugu khatulistiwa di seluruh dunia) tapi sayang dikunci, aku memutuskan untuk pulang, tak kusangka disapa oleh salah satu gangster itu.
"Hei mbak, kalo mau masuk bisa pinjem kunci di bawah," tawar si gangster yang ada hansaplast di keningnya.
"Eh, bisa ya?"
"Kalau besok Minggu emang dibuka,"
"Emang ada apa diatas?"
"Ya liat pemandangan biasa aja," jawabnya datar sambil pegang sloki, dan menenggaknya.
Karena bergidik ngeri, mending kabur saja. Miris lihat pemuda harapan bangsa mabuk di khatulistiwa. Setelah puas berfoto-foto, kami segera pulang dan pengen kembali lagi suatu saat untuk memecahkan misteri telur berdiri vertikal saat kulminasi matahari :)


You Might Also Like

0 comments

Subscribe