OJT Berbasis Naik Gunung Kelimutu #Ende #Flores

Monday, February 17, 2014

12 Februari 2014
Tiket sudah berada ditangan. Tiga tiket untuk perjalanan menuju Kupang-Ende-Labuan Bajo. Dalam acara apa? tentu saja jalan-jalan men, buat apa aku terbang jauh menuju NTT kalau bukan buat jalan-jalan? Buat OJT? Aahhh...itu kan hanya sampingan bro ! Wakakakak.... XD
Sebenarnya, perjalanan menuju ke Kupang adalah acara Evaluasi tahap pertama OJT, dan yang aku pikirkan selama perjalanan adalah Kelimutu, Kelimutu, dan Kelimutu. Mana pernah aku pikir evaluasi, cara persentasi, haha, payah deh. Mumpung ada kesempatan ke Kupang, bisa mampir ke Ende dulu pulangnya, sekalian keliling disana. Selisih tiket pun hanya seratus ribu kalau mampir dulu di Ende dibandingkan langsung ke Labuan, aaah....tancap lah! Masih muda gini!
Wings Air yang membawaku ke Kupang lepas landas, seperti biasa, kepalaku menjulur ke jendela untuk lihat pemandangan (kali ini aku nggak didekat jendela, sediiiih)

13-14 Februari 2014
Kupang, evaluasi. Banyak koreksi yang terjadi disana. Tapi untunglah kelompokku lancar menjawabnya. Selama di Kupang aku sempat beli youghurt dan Mokko donut di Hypermart depan Kantor Wilayah PLN NTT. Yang paling bikin galau adalah hujan. Kupang hujan deras setiap hari. Uh, bagaimana kalau nanti ke Kelimutu hujan deras? Nangislah aku. Duit udah habis banyak gini #walaupun dapat SPPD sih
Sepanjang hari aku berdoa terus-terusan, moga nggak hujan. Ya Allah, aku mohon.

15 Februari 2014
Gemericik air masih terdengar di atap penginapan. Langit yang menangis membuatku hampir nangis juga. Kabar dari temen di Ende, Ende hujan sedang. Pikiranku tentang Kelimutu hampir musnah. Benar juga, kalau aku mau naik gunung selalu aja ada hambatan. Ah, sudahlah, yang penting itu doa, semoga rencanaku berjalan dengan lancar di Ende. Hari ini take off ke Ende pukul 5.30 WITA. Safe flight and happy vacation, i hope.
Bandara Aroeboesman, aku bertemu denganmu kembali, bertemu dengan Gunung Meja, dan langit kelabu yang membuat hatiku kelabu. Kami semua bingung, biasanya ada yang menyambut kami di bandara, sekarang sudah tidak ada lagi. Yeah, ini baru liburan. Kami segera mencari taxi dan penginapan, untuk segera beristirahat, persiapan untuk naik gunung Kelimutu !
Oh ya, untuk transport ke Kelimutu, kami dapat rental mobil Kijang Innova plus sopirnya, Rp 500.000,00. Murah banget. Awalnya enam ratus, tapi berkat rayuan kami dengan muka memelas karena bokek tokek, maka dapetlah seharga limaratus ribu, sumpah, om-nya baik banget walaupun sangar gitu mukanya, haha. Namanya om Aaron. Cara bicaranya halus dan nyopirnya enak banget.
Di Ende  banyak muslimnya. Jadi aku merasa nyaman disini. Terus lebih rame dan lengkap daripada Labuan Bajo, banyak supermarket dan Masjid. 
Untuk penginapan, kami nginap di Syifa, semalam 198 ribu buat tiga orang, udah ada AC-nya. Lumayan banget, walaupun semalam tidurnya kayak pindang.
Bagaimana kabar hujan? Dari sore sampai malam Ende hujan saudara-saudara! Galau sekali rasanya, nggak bisa bayangin, nanjak dalam hujan dan petir. Doa dipanjatkan tiada henti, semoga nggak hujan.

16 Februari 2014
Jam setengah tiga, aku terbangun. Persiapan ke Kelimutu. Harus dilakukan pagi-pagi banget biar danaunya nggak tertutup kabut. Syukurlah, hujan sudah berhenti total. Langit cerah. Aku bersyukur sekali. Terima kasih Allah.
Jam setengah empat, kami berangkat menuju desa Moni, sekitar dua jam (66 km) dari pusat kota Ende, sekalian check out dan langsung menuju ke bandara untuk pulang ke Labuan. Sengaja kami berangkat pagi agar nggak ketinggalan momen sunrise. Sudah jauh berjalan, masa meninggalkan momen sunrise? Ini naik gunung meeeen !
Perjalanan menuju desa Moni, menanjak dan berkelok-kelok dahsyat. Di pinggirnya jurang, tebing, sungai dan air terjun, mirip seperti keadaan kampungku. Untunglah om Aaron nyopirnya halus, jadi kami bisa tenang tidur. Sayangnya temenku yang cowok, 2 orang mabok semua. Muntah-muntah di pinggir jalan.
Murah ?
Sampailah kami di desa Moni. Hawanya adem, sejuk kayak di Bromo suasananya. Temenku segera bayar tiket masuk, per-orang 2500 rupiah. Murah bangeeeeet ! Untuk parkir mobil enam ribu rupiah. Setelah itu, tinggal jalan menuju puncak, sekitar 15 menit dari parkiran, naik tangga, dan jangan khawatir capek kayak naik gunung pada umumnya. Aku kagum sekali dengan Taman Nasional Gunung Kelimutu, tiket masuk murah dan tempat wisatanya bersih, terawat pula. Salut banget deh ! 
Jangan lupa bawa jaket kalo kesini, dingin dan anginnya kenceng. Sepanjang jalan kami bertemu dengan monyet gunung dan vegetasi khas cemara gunung, disertai dengan angin menderu, mirip seperti fenomena angin kereta di Cemoro Kandang, Semeru.
Pendekar dadakan dari kawah Kelimutu
Siswa OJT Labuan Bajo
Tugu Triangulasi
Akhirnya kami sampai puncak, sunrisenya indah ! Menyembul malu dari balik dinding danau. Beberapa pengunjung berebut mengabadikannya, para penjaja makanan tersenyum simpul. Di puncak Kelimutu terdapat tugu triangulasi atau view point. Horeee...akhirnya aku naik gunung lagi !
Naik gunung ! Gaya dengan topi jaman kopassus
KELIMUTU! BAGUS BANGET DEH
Karena dingin dan lapar, aku segera membeli pop mie dan teh jahe anget, mantaplah dengan pemandangan kayak gini. Kami sangat beruntung banget, cuaca cerah, langit biru terang, padahal semalam hujan deras. Alhamdulillah, give thanks to Allah.
Minum teh jahe dengan pemandangan super !
Danau arwah orang tua, warna hitam.
Danaunya saat itu ada 3 warna, hijau, biru, dan hitam. Katanya kalau warna biru itu tempat berkumpulnya arwah muda-mudi, kalau hijau tempat arwah suwanggi atau roh jahat, dan warna hitam tempat berkumpulnya arwah orang tua, itu menurut mitos yang berkembang disana. Katanya bapak-bapak penjual makanan, ada juga yang sempat bunuh diri di danau Kelimutu. GILA !
Turun gunung
Puas berfoto, kami turun gunung. Seneng banget dengan trip kali ini, walaupun sedikit nguras tabungan, tapi perjuangan emang dibutuhkan demi kesempatan langka bung :)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe