Mengejar Sunset di Bukit Cinta Labuan Bajo :)

Wednesday, February 26, 2014

"Sudah lama nggak naik gunung, naik bukit pun jadi.
Trekking tidak terlalu berat, hanya sepuluh menit menuju puncak, dan tidak dipungut biaya apapun."

Oke, mulai bulan Februari pertengahan, aku dan Mila mulai merencanakan jalan-jalan yang padat. Disamping OJT berbasis proyek berjalan sambil mengerjakan laporan akhir dan proyek inovasi yang ruwet, OJT berbasis jalan-jalan men juga wajib ain dijalankan, tak peduli kemanapun destinasinya, dekat rumah atau jauh, yang penting jalan-jalan !
Sore itu, hari Selasa 25 Februari 2014 sepulang dari jam kerja, bapak kost gaul mengajakku ke bukit cinta. Aku yang kakinya nggak bisa diam dan udah gatelan dari dulu langsung mengiyakan. Sudah lama nggak dibuat nanjak nih, pantesan aku makin gendutan rasanya -_-
Puncak !
Jarak dari kantor menuju "pos pendakian" bukit cinta adalah 5 menit. Waktu daki sekitar 10 menit. Lumayan ngos-ngosan, tapi nggak bikin kram besoknya. 
Pulang kantor (masih pake ID card PLN)
Pendakian bukit
Perjuangan mendaki bukit cinta? Enteng bro, medannya mudah !
Untuk asal-usul nama bukit cinta? Aku kurang tahu, mungkin sih, kalau menurutku siapa saja orang yang mendaki bukit cinta, bakalan merasakan jatuh cinta setengah mati dengan Labuan Bajo. Karena apa? Masa? Iya ! Karena dari puncak bukit cinta ini kamu bisa melihat dengan jelas kota Labuan Bajo, mulai dari Pantai Pede, Pelabuhan, Pantai Wae Cicu, Pulau Seraya, Pulau Bajo, Bidadari dan kota-kota dibawah sana. Aku rekomendasikan kalau ke bukit ini sore, sebelum matahari tenggelam. Pemandanganya luar biasa. #jangan lupa bawa kamera
Kita berempat duduk di puncak bukit, mengambil foto dengan angle terbaik, oh ya, kami kesana sekitar pukul 17.00 WITA, tetapi matahari masih tinggi, sekitar 18.30 WITA matahari mulai menghilang perlahan lahan, dan membagikan lembayung senjanya pada mega yang menggumpal dan menggantung di langit sore itu.
Surya tenggelam

Dengan latar belakang pemandangan super
Menatap pemandangan dari atas bukit cinta dengan semburat jingga, Subhanallah indah :)

Bagi teman-teman yang hendak mengunjungi Bukit ini, jangan lupa membawa jaket, karena angin sore cukup kencang, bagi yang tidak tahan bisa flu :P
Tapi ada satu kesalahan yang kami lakukan : Trekking tanpa membawa air minum setetes pun! Woooohooo...tenggorokan kering bro -_- Jangan ditiru tanpa keahlian yang khusus ya !

You Might Also Like

0 comments

Subscribe