P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik)

Saturday, February 23, 2013

Seperti PDKB, P2TL merupakan salah satu acara Kerja Praktikku di PLN Area Surabaya Utara. 
Minggu ini aku ikut tim P2TL, penasaran juga sih, Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik itu kayak apa, menghadapi pelanggan itu seperti apa, kebetulan juga Tugas Akhirku mengenai P2TL ini.
P2TL bertugas untuk menertibkan pemakaian listrik yang ilegal dan tidak sesuai prosedur, seperti nyolong langsung dari jaringan tanpa melalui kWH meter, membuka segel, mengutak-atik MCB, mempengaruhi pemakaian daya, dan lain-lain. Walau dilakukan secara diam-diam, tetap saja ketahuan, dan yang bersangkutan akan diberi berita acara dan diminta secara baik-baik untuk menggunakan listrik dengan cara yang halal, yaitu tambah daya. Tentu saja PLN nggak mau dirugikan kan? Selain itu demi keamanan juga, karena menyadap itu juga berbahaya lho! bisa terjadi korsleting dan terbakan karena arus listriknya tidak melalui MCB terlebih dahulu.
Seperti contoh pelanggaran : Berlangganan daya 450 VA, tapi yang tercatat kok >450 VA? Bayar tetap 450 VA. Ternyata setelah dicek MCBnya dimodif sesuka hati. 
Banyak lagi modus-modus dan alasan yang lainnya deh.

Pokoknya bahaya sekali teman-teman, don't try this at home !
Mengukur dengan tangmeter
Kemarin kebanyakan contohnya memodif MCB dan merusak segel. Tapi semua itu bisa diketahui dengan cara mengetes dengan tangmeter pada kabel twisted yang masuk pada kWH, kalau nilai arus menunjukkan 0 A, maka normal, nggak mencuri atau bermasalah. Kalau  menunjukkan nilai tidak 0 A, wah berarti ada yang nggak beres itu, perlu ditelisik lebih lanjut. Bisa dicek sendiri pada kWH teman-teman ya ! lakukan seperti gambar diatas.
Saat menghadapi pelanggan, harus sabar :)
Pada saat mendatangi di salah satu rumah pelanggan untuk memberi tahu bahwa MCB nya harus diganti, si pelanggan marah-marah nggak karuan, takut kebakaran, takut bayar, takut masuk koran, dan takut-takut yang tak beralasan lainnya. Pokoknya ngomel nggak karuan deh. Petugas P2TL udah sabar dan biasa menghadapinya. 
Maka dari itu aku tahu kenapa kami diminta untuk diam selama di lapangan biar nggak tambah runyam masalahnya :D
Kata Pak Sutjahjono, salah satu tim P2TL mengatakan bahwa sudah menghadapi pelanggan seperti itu, pernah sampai bawa celurit, dipanggilkan Pak RT, dilempar kaleng, dipanggilkan pengacara bagi yang berduit, dan lain-lain. Kalau yang sampai kasus celurit itu akhirnya Polisi juga turun tangan.
"Pokoknya harus sabar, ikhlas, tahu tata krama, komunikasi yang baik, paham jurus-jurus untuk menghadapi tipe pelanggan dan 'diambil bawahnya' aja (merendah/ngalah). Kalau nggak mempan ya terpaksa deh panggil petugas keamanan." kata pak Sutjahjono.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe