Aku Pernah Berkutu lho saat SD !

Wednesday, January 30, 2013

Phthirus pubis nyantol di rambut, hiiii...
Karena nganggur, entah mengapa aku ingin curhat pengalaman 'gatal'ku pas SD. Padahal biasanya malas sekali cerita masa lalu, apalagi yang menggelikan seperti ini. Coba saja deh simak ceritanya :

Tahun 2002, aku masih kelas 4 SD. Rambutku saat itu pendek karena emak nggak ngijinkan aku punya rambut panjang, dengan alasan aku anaknya agak slebor dan malas sisir. Dan saat itulah wabah tuma (kutu rambut) sedang menjamur di kelasku. Di kelasku aja ada sekitar 5 anak cewek yang berkutu.
Sialnya karena aku temenan dekat sama mereka, mau nggak mau aku juga wajib tertular. 
Hari pertama aku berkutu rasanya kepala ini gatal nggak ketulungan. Keramas biasa nggak mempan. Lalu kugaruk kepalaku dengan gemas berampur kesal, rasanya ada yang merayap dengan gemulai di sela-sela rambutku.
karena penasaran, kepalaku kuperiksakan ke emak, ternyata aku positif berkutu ! Aaarghh...ternyata bener dugaanku ! Aku tertular kutuan dari teman-temanku ! 
Saat itu juga aku langsung beli serit (sisir bergigi rapat turun-temurun dari nenek moyang) untuk senjata andalan melawan kutu dan merontokkan kor (telur kutu yang nempel di rambut). Karena giginya rapat, rambutku malas kusisir sehingga 'njindeli', maka saat disisir serit itu sakitnya minta ampun! Hii...
Setiap hari juga rajin melakukan petanan, sekali dapat kutu, aku yang memijitnya dengan sepenuh hati sampai bunyi cetok, cetok ! Haha...gemes sekali rasanya.
Sisir serit (sumber : http://kfk.kompas.com/)
Bukan hanya itu, saat keramas rambutku juga digosok-gosok dengan kain handuk putih bercampur dengan busa sampo dengan sekuat tenaga sampai kepalaku pusing nggak karuan. Setelah digosok aku lihat kain putihnya, ternyata banyak kutu rambut yang nempel disana. Hiii...semakin beringas aja aku menggosoknya. 
Saat itu mau beli sampo Peditox tapi karena kota kecil, maka tidak tersedia, sehingga aku pakai sampo biasa aja dan kugosok-gosok rambutku dengan kain putih tiap hari kayak orang gila. Pernah suatu saat aku hampir putus asa dan pengen menggunduli rambutku atau kubasuh minyak tanah. Tapi setelah membaca berita ada anak berkutu rambutnya dibilas minyak tanah lalu langsung tewas aku jadi nggak berani.
Kira-kira 1 bulan kemudian aku udah divonis bebas kutu. 
Phthirus pubis dewasa
Beberapa bulan kemudian aku naik ke kelas lima, eh kepalaku terasa gatal lagi ! Setelah kuperiksa ternyata aku berkutu lagi ! Ya Allah, aku kesal sekali saat itu, gatalnya nggak ketulungan. Tapi untunglah aku udah menemukan cara yang manjur untuk membasmi kutu brengsek itu.
Aku ketularan lagi  gara-gara teman dekatku yang dijuluki Si Raja Tuma karena dia berkutu terus dari SD kelas 3 sampai sekarang. Rambutnya sampai kaku sekali kayak sapu ijuk gitu. Sialan banget...aku mau menjauhin dia juga nggak tega.
Dan setelah aku menggilas habis tuma-tuma itu, maka aku sembuh dan berusaha sekuat tenaga menjaga rambutku agar nggak berkutu lagi. Kalau umur segini udah nggak jaman lagi yang namanya berkutu, nanti cowoknya pada kabur lagi ! hahaha ...


You Might Also Like

0 comments

Subscribe