Sweet Sacrifice : Bromo - Madakaripura

Wednesday, November 21, 2012

Sebenarnya rencana mengunjungi Bromo (awalnya niat ke Bromo eh malah bablas ke Madakaripura) adalah rencana DADAKAN. Hari Jumat yang kebeneran nggak ada jadwal kuliah, aku diajak temenku untuk ke Bromo.
Entah apa sebabnya, aku mengiyakan saja. Emang saat itu pengen jalan-jalan dan pengen foto-foto setelah foto-fotoku di Bromo lima tahun yang lalu menghilang tanpa jejak :'(
Naik apa? ya jelas naik motor kalau mendadak gini. Kami langsung berangkat jam sepuluh malam dari Surabaya, walah, sepanjang perjalanan aku tidur terus, hehehe...
Perjalanan malam emang lebih lancar dan cepat. Pas melek, nggak tahunya udah sampai Pasuruan dan udah jam 12 dini hari. Tapi sayangnya, ada miskomunikasi sehingga sempat nyasar satu jam.

 Tapi beruntungalah ada temenku yang paham jalan, jadinya kami menuju ke Bromo lewat Tongas (daerah di Probolinggo).  
Saat perjalanan, dinggin nggak ketulungan. Apalagi kalo sudah mencapai Ngadisari. Nafas rasanya agak sesak. Apalagi malem-malem, udah gelap, serem pula. Tapi beruntunglah nyampai kawasan Bromo sebelum sunrise. Sama temen-temen diajak lihat sunrise dari Pananjakan, alisan puncak tertinggi di daerah itu. Ya karena penasaran aku iyakan saja.
Tapi perjalanannya nggak semudah pikiranku. Aku sempat terjatuh beberapa kali sampai pahaku memar. Jangankan hanya terjatuh di pasir, udah jatuh tertimpa motor pula ! Apalagi motornya motor cowok yang gede-gede. Korbannya cewek krempeng kayak aku... Lumayan terasa.
Karena medan yang berpasir, berdebu dan sangat sulit, jadinya motor dititipin di bawah dan kami berjalan keatas setelah sebelumnya mengalami masalah besar yang malas untuk kuceritakan. Gila capek banget ! Kira-kira 2 km an dan jalannya menanjak, berpasir, gelap plus oksigen yang tipis. Sabar...sabar, demi SAMAPTA nantinya (pikirku).
Nggak kuat dan pengen mutus aja rasanya kalau nggak mikir SAMAPTA. Aku terusin dan akhirnya sampai juga di tujuan. Subhanallah, sunrise yang indah, pemandangan yang agung...
Subhanallah...i never saw this magic art before...
Batok and Bromo, i took this picture from Panajakan 
 Tapi nggak habis pikir juga mau lihat sunrise aja sampai kayak gini... :'(
It's really sweet sacrifice :D

 Sekitar jam 6 kami turun dari Pananjakan. Karena aku lapar berat, jadinya aku cari makan dan mendapatkan penjual Bakso disana.
Dan karena aku terlalu lapar, aku pesan dua mangkuk. Ternyata tega juga, semangkuk dihargai Rp. 7500,00. Yah, pesanku hati-hati aja kalau jajan di tempat wisata emang agak mahal, jadi tanya dulu harganya ya..
 Setelah makan dan istirahat sebentar, kami melanjutkan trip, yaitu naik ke puncak Bromo. Yah ini yang aku tunggu-tunggu dari tadi. Walaupun udah jam 7an, kami tetap semangat mencapai puncaknya.
Dan ternyata lagi, jalan menuju kesana berat banget. Melewati lautan pasir dengan motor pun cukup menegangkan, berkali-kali selip dan hampir jatuh. Belum juga badai yang membawa pasir cukup membuat mata buram! jadi jangan lupa bawa kacamata besar dan masker ya !

 Setelah sampai, aku agak lega. Pikirku tinggal naik tangga saja, enteng. Tapi siapa sangka, Dari tempat parkir menuju puncak jaraknya sekitar 3km, dan seperti biasa, jalan menanjak, berpasir, berdebu, oksigen tipis plus ranjau darat alias kotoran kuda yang masih basah berserakan.
Selama jalan, aku udah pengen nyerah aja kalau nggak inget SAMAPTA (lagi-lagii....). Walaupun puluhan joki kuda menawarkan jasanya, tetap aku tolak. Walaupun mukaku udah semerah ceri, langkah terseok-seok dan tenggorokan kering, tapi aku tetap nekatin saja. Apa guna hidup tanpa perjuangan ? Yah, aku analogikan bahwa mencapai kesuksesan itu memang nggak mudah.
Sampai di tangga, kupikir udah dekat, ternyata beluuuum......
Tangganya serem sekali walaupun aku udah pernah....
Don't look at my face ! X(
Dan sampai di puncak, sepi sekali. Karena sepi, nyaman buat sesi pemotretan. Asyik...serasa gunung milik sendiri saja !
Pure, the sacral place for Tengger's tribe and Hindus. I took this picture from Bromo's peak.

 Walaupun capek, tapi turunnya nggak kerasa karena nurut sama gaya gravitasi. Kami langsung cabut dari sana, capek sekali rasanya.

 Selama perjalanan, perut kami kembali meringkik kelaparan. Parahnya, temenku yang memboncengku katanya nyetir sambil tidur ! Biar nggak tambah parah dan memadamkan gejolak kelaparan kami, kami singgah makan dulu di pinggir jalan yang menyediakan lalapan sambil tidur sebentar...

Tahu tahu perjalanan pulang setelah makan, eh ada tulisan belok kiri Air Terjun Madakaripura 5 km. Salah satu temenku ngajak kesana, dan kami semua mengiyakan. Kapan lagi mau kesini, sekalian! Pikir kami begitu.
Jalan menuju kesana berliku dan berkelok, melewati jurang curam dan pepohonan. Tapi setelah melihat gapura air terjun, kami langsung bernafas lega dan 'berfikir' air terjun sudah didepan mata.
Namun salah, ternyata untuk melihat air terjun yang konon jadi tempat semedi Patih Gajah Mada itu kita harus jalan sekitar 4 km lagi !
APA? NGGGAKKKK !!
Sumpah kesel banget saat itu, apalagi ada guide yang tanpa seizin kami memandu seenaknya. Okelah, kami jalan melewati anak sungai, bebatuan yang licin nan runcing. Aku sengaja nggak pake sepatu biar 'greget'. (ingat SAMAPTA...)walaupun itu sangat menyakitkan kaki.
Sekitar 30 menit kami berjalan, ada beberapa orang yang agak memaksa kami untuk membeli tas kresek dan ojek payung. Yah, karena kami nggak pernah kesana, kami masih bingung dan membelinya. Katanya sih ada hujan. 
Aku masih bingung apa makna hujan, eh ternyata si guide menjelaskan bahwa 'hujan' itu adalah air terjun pertama yang harus dilewati untuk mencapai air terjun utama. Gila....airnya menetes melewati bebatuan raksasa bagaikan hujan! Untuk menghindari basah makanya ada ojek payung. Aku nggak mau sewa, (ingat SAMAPTA) kalo nggak basah nggak kerasa sensasi dan kenangannya dan kurang greget...
First gate to reach the main waterfall. Like a water curtain ! :3
Can you see the ORBS ? :P
Setelah kebasahan lima menit, kami langsung dihadapkan air terjun utama Madakaripura, Subhanallah, indahnya! Tebing setinggi 200 m, air yang berwarna turqoise...kesan yang mistis...
Tapi sayang kondisinya agak kotor dan tidak diperbolehkan mandi karena kedalamannya sekitar 5 m.
Cocoklah disebut sebagai air terjun Victoria dari Indonesia !
Finally....Madakaripura :D
Balik dari sana jalan kaki lagi. Kepalaku pusing banget karena kedinginan! Panorama disana memang sangat sejuk, sayang sekali ada oknum iseng yang agak memaksa menggunakan jasanya...
Jadi kalau mampir ke Madakaripura wajib bawa :
1. Payung atau jas hujan kalau nggak mau basah
2. Tas kresek besar
3. Sandal jepit buat jalan

Sampai di kost jam 8 malam. Rasanya kaki? Jangan ditanya....
Challenge accepted !

You Might Also Like

2 comments

Subscribe