Kaos Oblong Khas Lumajang : Mr Banana

Friday, August 31, 2012

Bali punya Joger,
Yogya punya Dagadu,
Malang punya kaos dengan bahasa 'nakilaw' (walikan maksudnya)
Kota yang lainnya punya kaos khas sendiri-sendiri, kayak Solo, Semarang, Kudus,
Kalo Lumajang? Mampus deh kalau aku ditanyain gitu sama temen !

Tapi sekarang nggak perlu mampus lagi, karena tertolong dengan adanya Merchandise Khas Lumajang, Mr Banana. :)
Mumpung aku masih di kampung tercinta (sebut : Lumajang) aku merengek ke Emak, "Mak ndak kepingin nang Mr Banana?"
Untung saja Emakku tahu apa itu Mr Banana setelah baca koran Jawa Pos. Makku langsung mengiyakan aja karena sama-sama penasaran. Aku juga merengek ke Emak karena cuma aku aja yang nggak punya kaos yang ada nama-nama daerah, kalo Bos Piglet sama Bapak punya semua, mulai dari Bali, Solo, Kudus, masa aku saja yang nggak punya, orang mana sih aku? Punyanya kaos engri bed aja...
Kaus yang kubeli :3
Nyampai disana aku milih-milih kaos, disuruh beli sama Emak. Di Outletnya juga tersedia batik Lumajang, tapi sayang disana cuma ada kaus sama sticker, padahal aku juga pengen gantungan kunci atau apa gitu yang Lumajang banget.
Setelah sekitar setengah jam milih, aku dapet juga kaos warna putih gambar pisang cewek sama cowok yang katanya sebagai maskot (Seperti pada gambar). Karena lucu aku milih yang itu, tapi sial nggak ada yang ukuran M, jadinya aku milih yang ukuran L walaupun agak komprang dikit bawahnya. Lumayan buat punya-punyaan. Daripada aku nunggu stock sampai tanggal 1 September, keburu balik ke Surabaya nanti tambah ruwet.
Lebih bangga pake kaos Lumajang daripada pake kaos bertulisan I Love SG (Singapore), I Love MY (Malaysia). Waduh wong endi iku rek? Jangan-jangan beli di pasar aja buat bangga-banggaan biar kelihatan pernah kesana? :P Ampuunnn deh...
Oh ya, penggagas ide Mr. Banana sendiri adalah mahasiswa asal Lumajang (yang kebetulan mantan murinya Bapak) yang kuliah di luar kota. Katanya sih, mereka saat ditanyain asal mana? mereka jawab Lumajang dan temennya nggak tahu, jadi mereka tergerak hatinya untuk mempromosikan kotanya dengan membuat kaos. Hmm, kreatif juga ya?
Jujur aku sendiri pernah ngalamin kayak mereka, saat aku masih mahasiswa baru dan masih seneng kenalan sama temen-temen baru, mereka pun banyak yang nggak tahu Lumajang itu mana, walaupun dia seprovinsi sama aku. Dia kira Lumajang malah di Jawa Tengah, kesel deh...
Lalu aku jawab saja secara geografis, "Tahu Probolinggo? Tahu Malang? Tahu Jember? Tahu Samudera Hindia? Nah Lumajang di tengah-tengahnya." Atau dengan versi lain, "Tahu Gunung Semeru? Gunung tertinggi di pulau Jawa? Nah Lumajang itu dibawahnya." Kalau mereka masih nggak ngerti, aku membatin dalam hati, "Kok congok temenan arek iki IPS-e mbiyen oleh piro se?"
Tapi untuk promosi, aku jawab saja, "Cari saja di Nenek Google,"
Kalau dia masih saja nggak tahu, kujawab dengan guyonan, "Ke jaman paleozoikum aja looo...!!"
Kalau aku cara mempromosikan Lumajang cuma bisa lewat foto-foto dan ceritaku di blog dengan label "Lumajang".
Klik saja di SINI
Kalau teman-teman pengen tahu lebih banyak dengan Mr. Banana, bisa buka facebooknya dengan mengetikkan keyword : Khas Lumajang.
Semoga saja Lumajang jadi kota yang nggak kalah dengan kota tetangganya, ya! :)

You Might Also Like

2 comments

Subscribe