SPIDER-Net

Sunday, December 19, 2010


Haha...
Hehe...
Hai temen-temen, lama tak jumpa...!
(Judulnya postingan kali ini terinspirasi dari Warnet 500 m dari rumah..)
Udah lama nggak memposting blog nieh walaupun punya modem baru..hahaha...unlimited lagie...
Bukan anak ITS kalo nggak sibuk...(padahal yo asline cukup senggang, tapi nggak ada yang mau diposting,...)
Ini hanyalah sebuah foto keisengan waktu aku pulang kampung,
Pas ada laba-laba gede nggantung di sebelah kamarku,
Dia sedang merajut benang buat rumahnya...
Laba-labanya cukup gede, perutnya bulet warna cokelat, tapi kelihatannya di perutnya menyimpan untalan benang...
Sumpah, aku jadi teringat dengan surat Al-Ankabut (laba-laba)dalam ayat ke 41, Allah Berfirman : Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.(QS.29.41)
Benang laba-laba memang lemah, karena kita dapat merusaknya tanpa alat, (anak kecil pun bisa...)
Tetapi, dari hasil penelitian-penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa benang laba-laba bukan merupakan barang yang lemah. Benang yang berukuran kecil sehingga nyaris tidak dapat dilihat mata ini ternyata mempunyai kekuatan yang besar. Kekuatan benang laba-laba lima kali lebih kuat daripada serat baja dengan diameter yang sama. Misalnya sebuah serat baja berdiameter 0.1 mm mampu mengangkat beban 1 gram, maka benang laba-laba berdiameter berdiameter 0,1 mm mampu mengangkat beban 5 gram! Subhanallah.
Selain benang laba-laba yang sangat kuat, konstruksi sarang laba-laba juga merupakan salah satu konstruksi paling kokoh. Konstruksi ini mampu menahan beban yang relatif lebih berat dibanding berat sarang itu sendiri. Sebuah sarang laba-laba berbobot 1 gram dapat menahan beban 10 gram. Konstruksi sarang laba-laba memungkinkan titik berat sebuah beban yang tertempel pada sarang dapat disebar. Konsep penyebaran titik berat ini menjadi acuan pembangunan konstruksi bangunan yang digunakan manusia. Gedung, jembatan, menara senantiasa mengacu konsep penyebaran titik berat.

Allah Yang Maha Besar yang mengajarkan laba-laba sebuah ilmu konstruksi yang mengagumkan
(Sebagian dikutip dari SINI, baca sendiri ya temen....ntar kalo men-copy dikira pembajakan...)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe