Misteri Stonehenge, Kalkulator Astronomi

Tuesday, September 02, 2008


“Apakah kalian tahu, apakah Stonehenge itu? Apakah kalian pernah melihatnya? Nggak? Tapi aku yakin, kalian semua pasti pernah melihat Stonehenge tanpa sengaja. Pernah lihat background pada Windows XP yang bernama Stonehenge? Pernah lihat video clipnya Linkin Park yang What I’ve Done? Yang saat kata-kata “Put to rest, what you tought of me…” Pasti pernah kan? Kalau semisalnya pernah, berarti teman-teman pernah melihat Stonehenge donk…..!!!!”

“Apabila teman-teman mengunjungi kota Amesbury, Wiltshire, di Inggris bagian selatan, kalian bisa melihat Stonehenge. Kapan dan untuk apa bangunan itu dibuat??????”

“Nah, dalam artikel ini akan dibahas mengenai Stonehenge dan akan menjawab rasa penasaran kalian. Baca aja dech! Dijamin bikin kamu-kamu smart 100 percent!!

Stonehenge adalah sebuah bangunan yang terdiri dari batuan-batuan besar. Batu-batuan ini disusun sedemikian rupa sehingga tampak seperti pilar-pilar yang membentuk lingkaran. Bangunan ini diperkirakan berusia sekitar + 4000 tahun dan dibangun pada zaman megalitikum! Wah udah tua banget ya!

Sebelumnya, Stonehenge dimiliki oleh seorang bangsawan bernama Sir Cecil Chubb. Namun kemudian, pada tahun 1918 ia memberikannya kepada negara. Sekarang peninggalan ini dilestarikan oleh English Heritage yang diawasi oleh pemerintah Inggris. Kemudian pada tahun 1986 bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu peninggalan pra sejarah penting di dunia.

Tidak ada satupun orang yang bisa memastikan untuk apa sebenarnya bangunan tersebut didirikan. Banyak ahli purbakala berpendapat bahwa Stonehenge dibuat sebagai tempat pemujaan. Ada pula yang menyebutkan bahwa tempat ini didirikan sebagai kuil matahari. Karena pada saat tertentu, matahari akan tampak berada diantara dua buah pilar khusus.

Penelitian-penelitian berikutnya menunjukkan bahwa Stonehenge tidak hanya berhubungan dengan matahari, tetapi juga dengan kejadian-kejadian alam lain yang diakibatkan pergerakan matahari dan bulan. Sehingga Stonehenge juga dapat digunakan untuk memprediksikan terjadinya gerhana. Tidak heran jika ada yang menyebutkan Stonehenge merupakan kalkulator astronomi.

Namun, sampai sekarang Stonehenge tetap meninggalkan rasa ingin tahu. Pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana caranya orang-orang pada masa itu mengangkat dan meyusun batu-batu tersebut, darimana batu-batu tersebut didapat dan diangkut, semua itu tidak terjawab dengan pasti. Stonehenge pun masih tetap menjadi misteri. (Hiii…..serem khan??)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe