Mermaiding di Jakarta Aquarium Safari (JAQs)



Tahun 2025-2026 menjadi tahun divingku.

Menjadi mermaid mungkin adalah Impian dari Sebagian bocil cewek atau mungkin juga bocil cowok. Namun, dulu aku sama sekali berpikir tak mungkin lah aku bisa berenang seperti putri duyung, toh aku juga nggak bisa renang, masuk air sebentar sudah gelagapan. Boro-boro yakan…

Tapi agaknya mimpi jadi mermaid itu nggak hanya tumbuh di pikiran para bocil, tapi juga baru tumbuh di pikiran bocil lebih 30 tahun ini. Kenapa? Karena sudah punya uang. Yup…mermaiding pun setidaknya harus butuh modal untuk latihan dalam air, setidaknya punya mermaid fins dan ilmu freediving biar lebih aman, karena bagaimanapun juga mermaiding adalah olahraga pengembangan dari freediving.

Melihat Ria Ricis yang mengenakan kostum mermaid dan berlenggak lenggok di air, membuat tanganku gatal untuk membeli sebuah Mahina Mermaid Fins. Awalnya memang agak kesulitan menggunakan fins ini karena belum ngerti sama sekali tentang freediving dan hanya nonton tutorial lewat youtube. Latihan pun sendirian 😔

Entah kenapa video Ria Ricis yang main di Jakarta Aquarium Safari nongol di beranda, aku mikir kayaknya seru ya bisa main disana, tapi bagaimana caranya aku bisa renang di Aquarium, jangan-jangan dia karena aktris, jadi punya privilege bisa jadi ikan disana.

Ternyata enggak dong. Ada komunitas putri duyung Indonesia yang merupakan komunitas mermaid di Indonesia yang digagas oleh Mermaid Pia, menyediakan mermaid experience package di Jakarta Aquarium Safari. Waduh, gatal pengen nyoba rasanya. Tapi pe er lagi buat nyari jadwal ke Jakartanya kapan, apalagi pengen pamer ke si bocil juga.

Setelah curi cari waktu, dapatlah waktu pada awal Januari saat kerjaan masih free di awal tahun. Bisa sekalian bawa bocil, suami dan orang tua buat pamerin skill mermaid bunda/istri/anaknya ini. Segeralah aku kontak admin Putri Duyung Indonesia (PDIN) untuk booking jadwal di hari Sabtu, biar rame pengunjung, walau skill masih kentang yang penting percaya diri dulu.

Jakarta, 16 Januari 2026.

Sedikit galau kemarin, karena admin PDIN menginfokan bahwa JAQs baru pergantian manager, jadi untuk Mermaid Experiencenya menunggu Keputusan manager yang baru. 

“Duh kak, aku udah jauh-jauh dari luar pulau ini kak,” aku merengek melas.

“Loh, kukira dari Jakarta ajaa..maksimal sore ya aku infokan jadwalnya kembali.”

Alhasil hatiku gak tenang selama itu. Namun kabar baiknya, ternyata diijinkan, hore !

Jakarta, 17 Januari 2026.

Hari yang dinanti pun tiba. Dari Bontang aku sudah bawa hijab yang agak berkibar saat dalam air dan outer brokat biar kayak putri duyung beneran. Yang wajib dibawa hanya belt, dan mask. Untuk weight dan skin masuk di paketnya. 

Karena jadwal ‘show’ jam 11 siang, maka setidaknya jam 10 aku sudah berangkat. Tapi sayangnya si bocil malah bobo pulas mulai jam setengah 10. Mood baikku hilang, masa aku show tanpa menghibur bocil? Hiks. Tapi karena sudah bayar, maka harus jadi. Jam setengah 11 (yang ternyata bocil masih pulas, dan terpaksa kutinggal) aku berangkat sama orang tua menuju ke Neo Soho, dan ditengah jalan abang grab malah antri bensin, duh hatiku makin kacau.

“Kak sudah sampai? Kita hanya punya waktu satu jam saja ya karena hari ini ada show.” Kak Pia mengirimku pesan singkat. Aku panik.

“Kak, sebentar, ini abangnya masih beli bensin 😓”

“Oh..ya kak kalau sudah sampai langsung ke main tank saja ya. Minta tolong anter mbak petugasnya, saya masuk duluan karena mermaid satunya sudah datang.”

Hatiku berdebar, duh gimana ya menggambarkannya. Ini pengalaman pertama, telat, bocil nggak ikut. Gimana, apa bisa tenang di dalam air? Apalagi aku jarang Latihan dengan monofins, bisa nggak ya? 

Setibanya disana aku langsung ke JAQs. Antrian mengular, kukira aku bisa langsung masuk ternyata harus antre juga biar dapat gelang pengunjung (walau sudah bayar tiket masuk package). Ya Allah mau nangis deh rasanya, tapi kulihat antrean nggak panjang, mudah-mudahan nggak lama karena sekalian belikan tiket orang tua.

Setelah administrasi, aku diantar masuk sama petugas ke main tank. Untuk orang tuaku kuminta nunggu di main tank untuk lihat anaknya berubah jadi ikan. Hahaha. Setelah masuk main tank, aku bertemu Kak Pia dan satu mermaid lainnya untuk melakukan aksinya hari ini. Hahaha akhirnya.

Ganti kostum sat set, dan segera pemanasan di air. Pokoknya jam 11:25 aku baru siap. Awalnya kami disuruh berenang dengan merfin di aquarium terbesar se Indonesia ini dengan kedalaman 4,5-5 meter ini, kagok sih karena lama banget nggak latihan. Setelah oke, kami disuruh mencoba dan diajarkan berbagai macam pose dan basic mermaid tricks didalam air. Seperti butterfly sommersault dan bubble ring yang aku selalu gagal.  Dan…yang paling ditunggu-tunggu adalah menyapa pengunjung dari dalam aquarium ! Waahh..pengunjung saat itu rame banget nget….dan aku celingukan cari bocil. Itu dia! Dia memang bingung mengenaliku karena saat itu aku pakai mask. Jadi dia ragu untuk tersenyum, hihihi…senyumnya memang mahal.

“Bisa loh kalian lepas mask, biar lebih real. Di JAQS airnya nggak pedih di mata sama sekali, karena airnya tawar, dan kadar salinitasnya disamakan seperti air laut asli (air laut buatan).” Begitu Kak Pia menjelaskan, tapi aku paling lemah kalau lepas mask. Mata selalu perih dan buram rasanya, malah panik. Padahal asyik loh kalau lihat model gak pakai mask, kayak betulan aja gitu mermaidnya.

“Sama satu lagi, jadi mermaid harus bisa pose centil ya, ayo ayo tangannya dimainkan !”

Waduh, ini nih yang paling aku nggak bisa. Pose centil. Takut bablas kecentilan wkwkw😜.

Aku bolak-balik lirik jam, jam 12 lewat 15, bentar lagi disuruh keluar karena mau ada show di main tank. Alhamdulillah, ada extra time gara-gara kecerobohanku hari ini, jadi nggak bentar-bentar amat menikmati pengalaman yang menyenangkan ini, bisa ketemu dengan penghuni aquarium raksasa ini, seperti para ikan hiu, pari, dan penyu Sherly yang tampaknya sudah lansia karena tubuhnya yang besar dan keriputan, hihihi.

Oh ya, untuk mermaiding ini aku Bersama kak Mipa, yang merupakan calon instruktur Mermaid yang berasal dari Bandung, dan Kak Pia (Mermaid Pia) yang merupakan instruktur Mermaid pertma di Indonesia. Cuma aku aja yang belum pernah Pendidikan formal mermaid, tapi menurutku masih cukup lah dengan skill freediving kemarin, selama tidak untuk professional dan komersial.

Jadi..fakta menarik kali ini adalah : Jika kemarin aku belajar freediving dengan instruktur freedive pertama di Indonesia, maka sekarang belajar mermaid dengan Instruktur Mermaid pertama di Indonesia pula.

Unesia Drajadispa

No comments: