Ealah Mas Sony Tersayang...nasibmu kini...

Tuesday, July 08, 2014



 Dear Mas Sony,

Sudah dua bulan kamu sakit, dan sudah sebulan kamu dirumah sakit,

Kenapa kamu nggak beri kabar juga? Telepon nggak, janji Cuma tiga hari dikabari, tapi mana?
Mas, aku mendapatkanmu dengan penuh perjuangan, tapi kenapa kamu malah sakit keras dan tidak mengabariku sama sekali, aku sedih, kecewa dan menantimuu dengan penuh penantian.

Duh mas, rasanya aku ini makin sedih, telepon ke rumah sakit, susah banget kayak telepon ke Presiden, sekalinya diangkat, dilayani, lalu aku bilang nomor service untuk dicek, eh setelah itu telepon ditinggal lama….hingga pulsa terbuang percuma.

Duh mas, aku Cuma bisa bilang semoga cepat sembuh, jangan sakit lagi, aku ini sangat merindukanmu.

Mas Sony…love u.

 

Tentu saja surat diatas bukan ditujukan kepada orang yang bernama Sony. Surat diatas semata-mata ditujukan untuk menyindir kualitas aftersales nya SONY MOBILE INDONESIA yang….bisa dibilang plin plan. Yah, semoga tidak bertambah korban-korban Sony yang tidak berdosa.
Dulu aku kepincut dengan gadget keren SONY XPERIA Z ULTRA. Keren, slim and sexy, Quad Core, RAM 2 GB, dibuat multitasking nggak lelet, layar gede, sensor kamera EXMOR, layar sudah pakai X Reality, Triluminos Display dan berbagai macam fitur lainnya yang keren banget dan aku rasa bisa membantu dalam pekerjaan sehari-hari dan fotografer dadakanku. Yah walaupun layar besar, 6 inch sebesar talenan, tapi lumayan buat foto malam hari dengan fitur HDR dan exmor for mobile.
Okelah, aku akui. Fasilitas oke dengan harga yang selangit, dengan perjuangan yang tak main-main juga untuk mendapatkannya. Aku beli di Sony Center Tunjungan Plaza Surabaya, kira-ira akhir bulan Maret 2014, sepulang dari OJT di NTT langsung sikat tuh gadget. Emang nggak bohong, fasilitas keren banget, kamera dipakai saat malam hari pun bagus, lumayan dan nggak blur. Pemakaian sebulan pertama oke-oke saja.
Bulan berikutnya ketika aku sudah di Bontang mulai muncul, dari masalah koneksi error, touchscreen yang sering gerak sendiri,  hingga yang bikin aku nangis jejeritan adalah gagal start up, hanya bisa booting berkali-kali, jelas lah hp itu nggak bisa difungsikan sama sekali, seperti mati segan hidup tak mau. Nangis, bingung. Di Bontang nggak ada service center SONY. Hampir saja aku lempar hp itu, aku pikir SONY yang memiliki nama besar bisa awet kualitasnya, paling tidak daripada dibanting mending aku buat talenan aja. -_-
Tidak, ternyata memang tiada gading yang tak retak. Karena kondisi yang jauh dari service center, maka tanpa pikir panjang aku langsung beli hp baru saat itu (satu jutaan aja).
Beberapa minggu kemudian emakku datang, menjenguk dan sekalian ambil SONY untuk diservis di SSC Surabaya di Ruko Galaxy Manyar, (karena masih dalam masa garansi). Aku lega dan menganggap kalau aku nggak pernah punya SONY agar nggak kecewa dan sakit hati. Ketika sudah diservis, emakku bilang bahwa tiga hari lagi bakalan dihubungi masalah perkembangannya.
Tiga hari kemudian, sudah aku duga, pasti emakku nggak dihubungi oleh pihak SONY CENTER. Dari awal aku sudah ragu memasukkan ke service center setelah membaca keluhan orang-orang perihal kualitas service nya dan aftersales yang buruk di kaskus maupun socmed lainnya. Memang sih, di setiap service centernya terpampang banner penghibur : JAMINAN DUA MINGGU BERES, KALAU BELUM GANTI BARU. Bullshit, mana ada ganti baru dengan begitu mudahnya? Hadeeh….
Dan ini sudah dua minggu lewat, aku makn merasa tertipu dengan Pihak SONY. Semakin kesal baca komentar  di internet perihal buruknya SONY, mulai dari dua bulan baru diperiksa kerusakan, spare part masih di Jepang, dll. Temanku pengguna SONY juga mulai ada keluhan, seperti speaker telepon tidak bisa, touchscreen untuk lock kadang-kadang gerak sendiri, dan lain-lain deh. Busyet deh, kalian kalau mau beli ponsel SONY mending pikir sepanjang-panjangnya dulu mengenai aftersalesnya, aku nyesel banget. Kalian kalau beli ponsel SONY, mending rawat sebaik baik baiknya biar nggak masuk SC, bisa stress tuh kalau masuk SC.
Ada lagi yang ngeselin, aku telepon SC di Surabaya, dan sengaja direject dari sana. Aku tetap telepon berkali-kali walaupun direject. Sampai akhirnya gagang telepon SC mungkin sengaja dibuka agar tidak ada telepon masuk. Gilaaa….kalau seperti itu buat apa pasang telepon?? Pernah sekali diangkat, dan dilayani dengan tutur kata lembut, kayaknya sedikit terpaksa gara-gara seharian capek ngurusin pelanggan yang tanya masalah ponselnya. Setelah itu? Telepon dibiarkan lamaaaaa…..hingga lima menit, seakan-akan disana nggak mengecek nomor servis yang aku berikan. Mana mungkin ngecek nomor servis sebegitu lamanya !
Sampai-sampai ada juga yang nekat bikin semacam perkumpulan untuk menggugat ulah SONY ke Yayasan Konsumen Indonesia, saking keselnya mungkin. Si pembuat aksi sudah disurati dari pihak SONY untuk memperbaiki kualitas aftersalesnya, tapi belum ada realisasinya sampai sekarang. Bisa-bisa lebih lama masa servis daripada masa pakai sebelum rusak. Yah, setidaknya pelanggan akan sedikit tenang apabila mendapat kabar lewat email atau telepon apabila perbaikan melebihi dua minggu, jadi tahu nasib ponselnya sekarang bagaimana. Atau bisa ditracking nasib ponselnya seperti jasa pemaketan dengan repair order....
Jadi sampai sekarang, aku masih ada rasa sedikit trauma kalau beli SONY, beli tv, atau apapun. Sony ini aja belum kelar, mau tambah korban lagi. Huuueeehh…..SONY….balikin ponselkuuuu….jangan tambah korban lagiiiiiii !!! Belum sempat nikmatin teknologinya udah rusak duluan. Basiiiii....


#Tulisan ini bukan bermaksud menghina suatu produk. Moga-moga tulisan ini dibaca oleh SONY, lalu dapat merubah ulahnya. 

Repair order :
KJA00119997 atas nama Ester Pramedina
CSO atas nama Wanda
Servis di Sony Service Center Surabaya, Ruko Manyar Galaxy dan itu sudah satu bulan (XPERIA Z ULTRA).

Semoga saja dibaca oleh pihak sana, dan ada realisasinya, ya semoga :)
>

You Might Also Like

8 comments

Subscribe