Curahan Hati Wanita Karir

Monday, July 21, 2014

Menjadi wanita karir itu tidak wajib. Tapi aku 'sedikit' memaksa diriku untuk mewajibkan diri menjadi wanita karir. Dalam Islam, wanita bekerja itu tidak dilarang, asalkan tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Menurut buku 'Perempuan' karya Quraish Shihab : Perempuan itu boleh bekerja tanpa ada batasan waktu, pekerjaan apapun boleh terutama pekerjaan yang membutukan perempuan, seperti bidan atau perawat. Satu lagi, walaupun waktu kerja tidak dibatasi, akan tetapi hak tubuh untuk beristirahat jangan diabaikan.
Menjadi wanita pekerja? Mengapa tidak? Memang itu tidak wajib, akan tetapi menurut pandanganku wanita pekerja itu penting untuk membantu perekonomian keluarganya. Bukan berarti tidak menghargai uang hasil keringat suami loh ya, ini untuk membantu, apabila suatu ketika orang tua membutuhkan sokongan dana, dan bersamaan dalam waktu kitu anak kita membutuhkan biaya besar untuk kuliah. Bagaimana? Sebenarnya ini pandangan dari ibuku, karena ibuku pernah mengalami hal seperti ini, dimana aku membutuhkan dana besar untuk kuliah dan nenekku saat itu sakit keras, setiap bulan harus menjalani kemoterapi selama enam bulan. Terbayang berapa besar dana yang harus dikeluarkan ?
Sekali lagi aku tegaskan, bukan berarti aku tidak menghargai jerih payah suami. Kini aku memulai hidupku menjadi wanita karir, dan aku sudah merasakan enaknya hidup mandiri, membangun kehidupan tanpa sokongan dana lagi dari orang tua. Bisa beli ini, itu, asalkan masih dalam tahap kewajaran. bisa mengatur uang untuk backpacker, merencanakan perjalanan sendiri, daaaan.....setumpuk kebahagiaan lain. Memang sih, capek. Tapi kebahagiaan disamping rasa capek itu menurutku lebih besar.
Tapi, itu semua tergantung mitra hidup ketika aku telah berumah tangga nantinya. Kalau kata suami nggak ngijinin ya udah! Cewek kan wajib nurut sama suami, baru orang tuanya. Tapi aku berusaha memberi pengertian kepada suami kalau bekerja itu seperti ini...ini....sehingga aku harus tetap bekerja. Aku juga tidak mau mengecewakan orang tua yang sudah menyekolahkanku dan berharap banyak agar aku menjadi wanita karir. Tenang saja, kalau aku ini tidak pernah mengejar karir, pemuja jabatan. Aku ini wanita yang harus mengurus keluargaku kelak. Baru jadi bawahan seperti ini saja sering dinas keluar kota, apalagi kalau sudah naik jabatan? Tanggung jawab pasti semakin besar, antara keluarga, diri sendiri dan perusahaan. Yang terpenting adalah : Aku harus bekerja sebaik-baiknya saat ini, tak peduli apakah beberapa tahun kedepan jabatanku stagnan atau menaik.
Beberapa teman lelaki pernah menjadi 'korban' surveiku. Apa kamu setuju apabila istrimu seorang wanita karir?
Berbagai macam jawaban muncul :
TIDAK : Bagaimana dia bisa meluangkan waktu untuk anaknya ketika ia seharian di kantor? Dititipkan pembantu? Bisa-bisa jadi anak pembantu dia! Kapan dia ngurus rumah? Wanita yang baik adalah dirumah, urus rumah tangga dan menjadi guru untuk anak-anaknya ! 
Hmm...dulu ibuku wanita karir, dan aku tidak jadi anak pembantu. Aku sudah merasakannya sendiri, tergantung perlakuan orang tuanya juga.
BIASA SAJA : Asal dia tidak melalaikan keluarganya
SETUJU : Agar dia tidak bosan dan dapat pengalaman baru di dunia luar !
Sebenarnya sudah banyak wejangan dari orang tua tentang pentingnya jadi wanita karir. "Kamu itu harus tetap berkarir walau suamimu mampu memback up seluruh kebutuhan primer hingga tersiermu. Jadi wanita pekerja itu enak, punya pegangan uang sendiri, apabila kamu dapat suami yang kurang baik, kamu tak perlu susah-susah minta ke suamimu, kamu kan punya penghasilan sendiri!" Kata orang tuaku saat itu. Aku hanya manggut-manggut.
"Dengan berkarir kamu nggak bosan dirumah, dapat teman, pengalaman dan cara menghadapi berbagai karakter orang !"
Aku kembali manggut-manggut. Bingung mau jawab apa. Pikiran mulai terbius akan enaknya jadi wanita karir. Yah tentu saja pilihan itu harus diambil, karena orang tua mewajibkanku jadi wanita karir.
"Bapakmu aja memilih ibu dulu gara-gara ibu kerja"
Okee..cukup...cukup. AKU BULATKAN TEKAD JADI WANITA KARIR.
Anyway, jadi wanita karir atau tidak itu keputusan pribadi masing-masing. Pastilah ada resiko di setiap keputusan. Ibu yang baik, untuk anak-anak yang lebih baik pula :)

#Tulisan ini hanya pendapat dan pengalamanku, tidak ada maksud menghina profesi lain. Maaf apabila ada salah kata, silakan dikoreksi melalui email : une.physics@yahoo.com


You Might Also Like

0 comments

Subscribe