Hutang, yang berhutang seakan tidak memiliki beban !

Saturday, June 28, 2014

Astaghfirullah, hampir saja aku melaporkan seorang wanita, pegawai PLN di  salah satu kota di Sulawesi terkait masalah penipuan. Penipuan? Iya, tentu saja ! Aku meminjamkan sejumlah uang kepadanya (bagiku cukup besar) dan seperti yang kuduga, dia hanya obral janji murahan ketika kutagih hutangnya. 
Well, aku jelaskan kronologisnya.
Aku mengenal wanita itu, inisial GB melalui acara bootcamp OPI di Semarang. Yah, aku sekamar sama dia selama bootcamp. Orangnya sih baik dan suka memberi, nggak sombong dan innocent. Kami sempat bertukar pin BBM juga.
Tiga hari kemudian, aku sudah sampai di Bontang, tak tahunya dia kontak aku via BBM, yah, intinya dia itu menyatakan mau pinjam uang sebesar lima ratus ribu buat bayar hotel gara-gara SPPDnya belum masuk. Aku saat itu ragu, kalau mau nagih gimana? Sementara kita sudah nggak pernah ketemu. Saat itu dia sedikit maksa dan janji Senin bakal dikembalikan. Beribu pikiran akan ketidakmasukakalan mulai membayangiku. Kenapa dia harus susah-susah pinjam uang ke aku yang beda kantor ini? Kenapa tidak ke temannya saja, atau orang tuanya? Apa sama-sama nggak punya uang?
BBMku bergetar tiada henti, huh, si GB mengirim PING terus-terusan disertai emoticon nangis, memelas dan memohon. Okelah, aku putuskan buat transfer, aku harap aja orangnya baik dan tanggung jawab, aku juga membayangkan seandainya dia jadi aku, pasti bingung setengah mati.
Lima ratus ribu pun aku transfer saat itu melalui Internet Banking.
Hari senin tiba, aku tagih dan dia langsung berkata “Nunggu gajian boleh mbak?” dan aku jawab “Okelah, nggak ndesak kok”
Beberapa minggu kemudian gaji pegawai PLN serentak sudah masuk, aku tagih dia, “Mbak, kapan dibayar?”
Dan dia jawab “Aduh mbak, aku masih di unit, nanti sajalah.”
Dan aku jawab “Oke” Pasrah. Dan, makin lama makin kukejar jawabannya makin tak masuk akal.
Eh ternyata besoknya dia BBM ku, pinjem uang sejuta lagi, katanya duitnya benar-benar habis dan ‘janji’ mau dibayar besok. Dan gobloknya aku tertipu lagi dengan mulut manisnya.
Keesokan harinya aku tagih lagi, lewat BBM. Jawabannya itu-itu saja. Dan kutanya lagi, Tak kusangka, BBMnya OFF. Brengsek, duitku 1,5 juta bagaimana kabarnya? Sialan, sialaaan, aku baru sadar bahwa aku  ditipu !
 
Contoh screenshoot penipu murahan
 Aku mulai tanya ke temanku satu angkatan yang satu kantor dengan dia, temenku cerita keburukannya GB secara detail, ternyata dia punya kebiasaan buruk seperti itu. Aku minta nomor hpnya, dan orang SDM yang urusin gaji. Siapa tahu ada kemudahan dari SDMnya. Aku mulai browsing bagaimana cara untuk melaporkan ke pihak berwajib dengan semangat membara.
Aku telepon berkali-kali nggak diangkat, lalu aku SMS dengan kata-kata sedikit kasar dan ancaman laporan penipuan. Sebelumnya aku belum pernah berkata sekasar ini tapi aku sudah kesal luar biasa. Dia tidak seagama denganku, jadi aku mau kasih hadits juga bingung. Aku yakin setiap agama melarang penipuan, tapi ini….sungguh tidak masuk akal, masih dalam satu naungan perusahaan kenapa tega menipu?
Don’t judge book from cover emang bener, nggak selamanya orang Nampak baik dalamnya ternyata busuk seperti ini. Egois dan mementingkan diri sendiri. Ini jadi pelajaran berharga bagiku dan orang lain, bahwa meminjamkan uang itu harus lebih berhati-hati, apalagi dengan orang yang tidak memungkinkan untuk bertemu lagi.
Syukurlah, dua hari kemudian dia bayar satu juta dulu. Lima ratus ribunya nyusul. Dan kamu tahu, dua bulan hingga sekarang belum dibayar juga, tetap banyak alasan. Asli penipu ! Pengejaran terhadapnya masih tetap berlanjut, sampai dia menyerah, bagaimana tidak, supervisor dan bosnya pun sudah pernah ketipu !
Untunglah aku masih sabar, hampir saja aku masukkan kamu ke dalam datapenipu.com !

You Might Also Like

0 comments

Subscribe