Aku Baru Tahu “Ini” di Manggarai Barat

Friday, February 07, 2014

Beberapa hal langka lang baru aku temukan di Labuan Bajo, yang sebelumnya tidak aku temukan di Jawa, bahkan masih dianggap tabu, padahal disini sudah menjadi budaya mereka. Sempat culture shock, tapi aku menguatkan doa agar tak terseret arus dengan hal-hal yang kurang baik menurutku, because prayer is a good weapon :D
Hari-hari awal di Labuan Bajo, tentu saja aku cari tempat tinggal. Aku sempat sedih banget, bagaimana tidak, hampir setiap kost yang aku kunjungi penuh dengan botol bir bintang, puntung rokok dan wajah garang penghuninya dengan tato dan anting. Oh men, aku sempat ngerasa aku terlempar konyol di penjara. Pikiran burukku mulai keluar, bagaimana kalau mereka mabuk, salah masuk kamarku dan aku yang ‘dihabisi’? Mampus seumur hidup aku. Ya Allah, semoga saja aku tak terpengaruh budaya itu..
Selain itu, yang paling bikin galau adalah banyak anjing berkeliaran. Ini masalah najis dan kesucian. Aku nggak mau digigit anjing gila dan dijilat. Bisa edan juga nih.
Setelah berkeliling, akhirnya aku dan kawan OJT numpang nginap di salah satu karyawan PLN. Malam pertama, mukaku kusut sekali, dan terjadi percakapan ringan yang kutanggapi dengan jawaban yang kurang serius juga :

Mila : Ne, opo’o awakmu kok koyok bingung ae ket mau?
Une : Aduh, koyok’e aku butuh bojo iki, sing iso ngelindungi aku, melu aku nang endi-endi, dadi imam sholatku…haduuuh… sedih pol aku ee…
Mila dan Kiki : (terdiam, lalu ketawa keras)

Emang benar, aku butuh imam. Masjid jauh dari tempat tinggal, apalagi dirumah ada dua ekor anjing, dan makam disebelah rumah. Yang punya masih bujang dan tidak seagama dengan aku. Aku Cuma bisa berdoa semoga imanku kuat dan terhindar dari fitnah. Yah, walaupun orangnya baik, sering ngingetin buat sholat dan ibadah.
Dan setelah beberapa minggu aku tinggal, aku udah mulai merasa aman dan nyaman walaupun agak ragu dengan keberadaan anjing disini. Beberapa hal yang aku temukan disini :

              1.Rumah Kerucut Dengan Tanduk Diatasnya
Aku nggak tahu maksud dan artinya. Yang jelas rumah dengan desain seperti ini banyak terdapat di Labuan Bajo, kantor bupati, DPRD menggunakan desain seperti ini. Khas Manggarai banget :)

             2. Sedikit-sedikit Komodo
Ngakak, ada Iga Bakar Komodo

Ini yang paling khas. Nama warung, bengkel, angkot, warung es, semuanya diberi embel-embel komodo. Contoh : Es Teler Komodo, Bengkel Komodo, Warung Komodo, SMP Komodo.
Serasa aku menjelma menjadi komodo saja. Untunglah belum ada rumah sakit komodo ya

3. Bir Bintang Berserakan Dimana-mana !


Ini nih yang paling seram bagiku. Orang sini kalo minum bir bintang sebotol dua botol nggak mabuk. Di pantai orang minum bir sambil bercanda ringan, kayak minum the hangat saja. Padahal kalau di kampungku, ada orang minum bir diluar udah ribut sekampung. Ternyata disini udah jadi budaya yang turun temurun, mulai dari upacara adat udah nyoba bir. Katanya, arak flores lebih bikin mendem daripada bir bintang, makanya mereka kebal. Yang penting bukan oplosan bro !
Terlepas dari itu semua, penduduk Labuan Bajo baik-baik walaupun mukanya sangar, haha. Aku bisa beradaptasi dengan cepat. Walaupun minum, tapi nggak pernah nyakitin aku dan bertingkah yang aneh-aneh. Alhamdulillah, aku bersyukur sekali punya temen baik-baik di PLN :)

Mereka paling suka berkata ‘neka rabo’ yang berarti jangan marah. Itu menandakan bahwa mereka sangat menjaga perasaan orang. Oh ya, orang sini terkenal tingkat kesetiannya nomor satu lo !
Labuan Bajo, toe manga suane =)

You Might Also Like

2 comments

Subscribe