Judi Bola Makin Marak Di Negeri Kita......

Sunday, August 17, 2008

Musim EURO, musim judi. Kata2 itu mungkin tak hanya berlaku di Indonesia saja, di luar negeri pun maraaaakkkk. Di Indonesia pun tak kalah maraknya. Yang semestinya EURO 2008 itu digunakan sebagai hiburan, eh malah disalahgunakan oleh orang2 yang nggak bertanggung jawab. Kalau di luar negeri sih wajaaarrrr......Betbrain, Bet and win, & Betfair mendapat keuntungan besaaaaarrr. Di negeri kita, setahun dapat menghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk bermain judi bola. Seharusnya kita kan nggak perlu main seperti gituan, apa sih gunanya??? Setiap orang taruhan paling sedikit Rp 100000,-, itupun kalau menang, tapi kalau kalah??? Bukankah itu merupakan kerugian besar. Hebatnya, para penjudi itu nggak pernah kapok walaupun terus-menerus kalah, malah ketagihan!!! Wuiiih....patut diacungi jari tengah, bukan????(FUCK YOU!!!!)

Memang, para aparat keamanan telah menggulung markas2 penjudi bola dan nonbar (nonton bareng), atau bar-bar yang meyelenggarakan hal2 semacam itu, tapi yang namanya Indonesia, akalnya segudang!! Karena komunikasi lancar di abad ini, so......judi pun tidak hanya dilakukan bertatap muka, tapi melalui chatting, SMS, e-mail, dan seangkatannya. It’s a great!!

Kenapa ya negeri kita harus seperti itu, meniru kebudayaan bangsa barat?? Padahal kita semua tahu bahwa kebiasaan itu adalah kebiasaan yang buruk. Bahkan, rekor perjudian di Indonesia mungkin hampir menyamai rekor di tempat judi terbesar di dunia, Las Vegas. Memprihatinkan sekali, memang.

Piala Dunia, Liga Champions, EURO, dan segala macam bentuk sepak bola, selalu dijadikan ajang perjudian. Mengapa, nasib bangsa kita seperti ini, ajang olahraga, dijadikan ajang perjudian. Apa mereka nggak ingat apa yang dikatakan Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya yang berjudul ‘Judi’ “Judi....meracuni kehidupan......’ Tapi mungkin mereka sudah tebal telinga untuk mendengarnya. Kenapa.......kenapa kita harus menyalahgunakan fungsi yang sebenarnya??

You Might Also Like

1 comments

Subscribe